Kesulitan Sebagai Proses (Paksaan) Menuju Keadaan yang Lebih Baik
Afrika Selatan memiliki penduduk dengan berbagai macam perbedaan. Perbedaan yang paling mencolok adalah perbedaan ras, dan itu identik dengan perbedaan warna kulit. Sebelum tahun 1960an, penduduk kulit putih merasa memiliki derajat yang lebih tinggi daripada penduduk kulit hitam. Pada saat yang sama, penduduk kulit putih berkuasa di Afrika Selatan. Kombinasi antara perasaan lebih mulia dan kekuasaan yang dimiliki, membuat penduduk kulit putih mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang membatasi ruang gerak penduduk kulit hitam. Politik yang dipraktekkan di Afrika Selatan ini sering dikenal dengan politik apartheid.
Politik apartheid resmi berlaku pada tahun 1948. Berlakunya politik ini membuat dominasi penduduk kulit putih di Afrika Selatan menjadi semakin hebat dan penduduk kulit hitam menjadi semakin tersingkir. Penduduk kulit hitam merasa tidak adil dengan kebijakan ini, sehingga terjadi demonstrasi menentang politik apartheid oleh penduduk kulit hitam. Pada tahun 1960, terjadi pembunuhan massal terhadap para demonstran kulit hitam di Johannesburg. Sejak itu, gerakan menenetang apartheid mendapat dukungan luas secara internasional. Pada 6 November 1962, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi anti apartheid di Afrika Selatan dan mengajak seluruh anggotanya untuk menghentikan hubungan ekonomi dan militer dengan Afrika Selatan yang waktu itu masih tetap bersikeras menjalankan politik apartheidnya.
Embargo yang dilakukan PBB berimbas pada suplai minyak mentah ke Afrika Selatan. Sejak dikeluarkannya resolusi PBB tersebut suplai minyak mentah ke Afrika Selatan berhenti. Karena suplai minyak terhenti, pemerintah Afrika Selatan memikirkan alternatif lain untuk tetap memenuhi kebutuhan energi dalam negeri tanpa bantuan negara luar. Afrika Selatan memang tidak memiliki minyak mentah, namun Afrika Selatan memiliki batu bara sehingga Afrika Selatan terus mengembangkan teknologi pembuatan BBM dari batu bara. Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya Afrika Selatan dapat membuat BBM dari batu bara, dan membangun industri pembuat BBM dari batu bara, sehingga Afrika Selatan tidak lagi bergantung dengan BBM dari luar negri. Perusahaan penghasil BBM dari batu bara dari Afrika Selatan bernama Sasol.
Pada tahun 1990an politik apartheid berakhir. Embargo pun juga berakhir. Tidak ada lagi diskriminasi ras di Afrika Selatan, tidak ada lagi krisis minyak mentah. Dari sisi energi, efek dari embargo tersebut tetap terasa hingga saat ini. Karena embargo minyak, Afrika Selatan (dengan terpaksa) dapat membuat BBM dari batu bara. Oleh karena itu, di saat negara-negara lain berpusing ria karena harga minyak bumi semakin meningkat, Afrika Selatan tetap tenang-tenang saja. Afrika Selatan tidak begitu terpengaruh dengan harga minyak bumi yang semakin tinggi.
Di sisi lain, pada saat ini cadangan minyak dunia semakin menipis. Dunia mulai mencari alternatif energi lain, dan salah satu energi alternatif tersebut adalah batu bara. Dunia mulai mengembangkan teknologi pengolahan batu bara. Salah satu referensi teknologi pengolahan batu bara dunia adalah Afrika Selatan. Sudah bukan hal yang aneh jika Afrika Selatan sekarang menjadi referensi dalam hal batu bara karena sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu Afrika Selatan telah mengembangkan teknologi ini karena embargo minyak bumi dari dunia luar. Pada saat ini dunia luar balik menjadikan Afrika Selatan sebagai referensi dunia dalam hal konversi batu bara di saat cadangan minyak bumi semakin menipis.
Sejarah tersebut dapat kita pahami bahwa pada setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Afrika selatan melalui masa-masa krisisnya selama berpuluh-puluh tahun. Pada saat itu masyarakat Afrika Selatan tidak tahu kapan konflik apartheid ini akan berakhir, bahkan seakan-akan konflik ini tidak akan berakhir. Namun masyarakat Afrika Selatan terus berusaha, dan akhirnya masalah tersebut terselesaikan. Bukan hanya masalah apartheid yang terselesaikan, namun ada efek baik lainnya, yaitu berkembangnya teknologi konversi batubara di Afrika Selatan.
Mungkin kita pernah menjalani masa-masa seperti apa yang dialami oleh Afrika Selatan. Dunia ini tidak akan terlepas dari masalah. Masalah itu bagaikan bayangan, kemanapun kita pergi ia selalu mengikuti kita. Kita baru akan terlepas dari masalah ketika kita sudah mati, dan masuk dalam surga. Terkadang kita mendapatkan permasalahan yang mana kita sendiri merasa seakan-akan masalah tersebut tidak akan terselesaikan, bahkan seakan-akan masalah tersebut tidak akan selesai. Di saat genting seperti itu, janganlah kita berpikir negatif terhadap Alloh swt. Marilah kita terus berusaha, dan kita ingat bahwa Alloh swt tidak akan menguji hamba-Nya di luar kemampuannya.
لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Al Baqoroh:286)
Selain itu, Alloh swt juga telah menjanjikan bahwa setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥)إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.(Al Insyiroh:5-6)
Saat buah zaitun diperas, ia akan menghasilkan minyak zaitun murni..
Saat buah-buahan diperas, ia akan menghasilkan jus buah lezat
Dan mawar-mawar akan memberikan wangi yang sedap saat mereka diperas
Jadi ketika kau merasa hidupmu penuh keraguan dan jiwamu tertekan, jangan bersedih dan putus asa, bisa jadi Alloh sedang mengeluarkan hal terbaik yang ada dalam dirimu…(Maher Zain)

