Hidup di dunia penuh perjuangan. Dari kita lahir hingga mati kita akan terus berjuang. Berjuang untuk kehidupan di dunia dan di akhirat. Kita tidak bisa hidup santai di dunia ini. Sangat disayangkan jika kehidupan di dunia yang sementara ini kita gunakan untuk hal yang sia-sia, dan tidak memberikan manfaat untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Sebagian besar dari kita tentu memiliki tujuan. Sebagai seorang muslim kita tentu tujuan utama kita adalah mendapatkan ridho Alloh swt sehingga kita menjadi penghuni surga. Sebagai muslim dan juga kholifah di dunia ini, tentu kita juga memiliki tujuan-tujuan duniawi. Sebagai seorang muslim kita juga diperintahkan untuk memperhatikan kehidupan dunia. Alloh swt berfirman:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Al Qoshosh:77).
Sebagai seorang muslim, kita dilarang berbuat berlebih-lebihan, termasuk dalam hal mencapai tujuan dunia. Alloh swt memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang lain dan kita tidak boleh merusak bumi. Meski demikian, hendaknya kita tidak terlena dengan kehidupan dunia. Kehidupan dunia hanyalah perantara untuk mendapatkan tujuan di akhirat.
Setiap manusia tentu memiliki keinginan dan tujuan. Hal tersebut tidak dapat kita peroleh dengan bersantai. Semakin besar keinginan kita, tentu semakin berat pula usaha yang perlu kita lakukan. Namun terkadang meski kita sudah berusaha dengan maksimal, kita belum juga mendapatkan apa yang kita inginkan tersebut. Kita tentu akan kecewa ketika kita sudah berusaha dengan sangat maksimal, kita sudah mengorbankan banyak hal, dan memperisapkan segalanya, namun apa yang kita tuju tak kunjung kita capai, rencana yang sudah kita susun dan persiapkan dengan matang gagal dan batal terlebih penyebab kegagalannya adalah hal yang menurut kita sangat sepele. Kita merasa apa yang telah kita usahakan itu sia-sia.
Rasa kecewa karena gagal itu wajar dan sudah menjadi sifat dasar manusia. Namun alangkah baiknya jika kita tidak kecewa secara berlebihan. Jika kita melakukan segala sesuatu karena Alloh swt, kita tidak perlu kecewa secara mendalam. Apa yang telah kita usahakan dan kita korbankan itu tidaklah sia-sia. Alloh swt tidak hanya melihat hasil dari usaha kita, namun Alloh swt juga menilai usaha kita.
Jika kita merasa kecewa berat dan merasa apa yang telah kita usahakan itu sia-sia, cobalah kita bercermin kepada perjuangan nabi Nuh as dalam berdakwah kepada kaumnya. Selama 950 tahun beliau berdakwah dan hanya sedikit dari kaumnya yang beriman. Meskipun demikian Alloh swt tidak menganggap nabi Nuh as gagal dalam berdakwah, Alloh swt tetap menghibur nabi Nuh as agar jangan bersedih hati.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, Maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim (Al Ankabut:14).
وَأُوحِيَ إِلَى نُوحٍ أَنَّهُ لَنْ يُؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ إِلا مَنْ قَدْ آمَنَ فَلا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan (Hud:36).
Usaha dan pengorbanan nabi Nuh as tentu jauh lebih besar daripada apa yang kita usahakan dan kita korbankan demi tujuan kita. Oleh karena itu sangat tidak etis kalau kita masih terus kecewa dan mengaanggap apa yang kita korbankan itu sia-sia.
Hal yang penting bagi kita adalah berusaha dengan maksimal. Masalah hasil, itu adalah urusan Alloh swt. Alloh swt pasti memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.
Selasa, 7 Februari 2012 03:15 WIB

