Matahari sangat penting bagi kelangsungan kehidupan di bumi ini. Banyak sekali kegunaan matahari bagi kehudupan kita di bumi. Kita dapat memanfaatkan matahari untuk menjemur entah itu pakaian, gabah, kayu, atau yang lain. Matahari juga berfungsi untuk menghangatkan bumi. Tanpa matahari temperatur di bumi ini sangat rendah. Selain itu matahari juga berfungsi sebagai penerang ketika siang hari.
Jika kita telusur, sebagian besar energi yang berada di bumi ini berasal dari matahari. Matahari membantu proses fotosintesis pada tumbuhan. Tumbuhan menyerap CO2 dari udara dan mengambil air (H2O) serta zat-zat hara (N, P, K, Al, Si,dll) dari dalam tanah. Dengan bantuan sinar matahari, zat-zat tersebut dirubah menjadi zat pati (mengandung ikatan C dan H) dan oksigen (O2).
Oksigen dari tumbuhan dimanfaatkan untuk bernafas. Hasil buangan dari pernafasan adalah CO2 dan H2O. Nah CO2 ini akan diserap kembali oleh tanaman untuk proses fotosintesis berikutnya. Zat pati yang dihasilkan digunakan untuk pertumbuhan bagi tanaman tersebut. Semakin lama, tanaman tumbuh semakin besar dan akhirnya dapat menghasilkan buah. Misalkan tanaman rumput, awalnya tanaman rumput berupa rumput kecil. Semakin lama tanaman rumput tumbuh semakin besar. Rumput yang besar itu dimakan oleh sapi. Dalam pencernaan sapi, rumput yang tadi dimakan itu direaksikan untuk diambil enrginya, dan sisanya dibuang sebagai tletong(kotoran sapi). Hasil buangan kotoran sapi dapat dijadikan pupuk untuk menumbuhkan tanaman rumput kembali.
Bagian tanaman yang tidak bisa dimakan dapat digunakan untuk bahan bakar. Kayu dapat dugunakan untuk pembakaran. Sebagian dari kita masih menggunakan kayu untuk memasak. Setelah habis terbakar, kayu tersebut berubah menjadi abu. Abu hasil pembakaran mengandung zat hara. Zat hara tersebut nanti akan diserap kembali oleh tumbuhan dan direaksikan di klorofil dengan bantuan cahaya matahari dan menghasilkan tumbuhan berkayu. Kayu tersebut nantinya dapat kita bakar lagi dan menjadi abu lagi. Begitulah seterusnya.
Dari dua contoh tersebut, dapat kita lihat bahwa CO2, H2O, dan zat hara lain ini hanya sebagai perantara agar energi dari matahari dapat kita gunakan.
Bahan bakar tumbuhan (disebut biomassa) pada saat ini mulai mendapatkan perhatian khusus. Sebenarnya tanpa sadar kita telah memanfaatkan bahan bakar biomassa. Misalnya, ketika kita camping, kita menggunakan kayu bakar untuk menyalakan api unggun. Kayu bakar yang kita gunakan bisa disebut dengan bahan bakar biomassa. Ketika kita ke pedesaan, terkadang kita masih melihat orang yang memasak dengan menggunakan kayu bakar. Orang tersebut hakikatnya menggunakan bahan bakar biomassa untuk memasak.
Pada saat ini teknologi biomassa terus dikembangkan. Diharapkan energi matahari yang selama ini hanya kita gunakan untuk transportasi melalui hewan sapi, kini sedang dikembangkan bagaimana energi yang terkandung dalam biomassa ini dapat digunakan untuk transportasi, tapi menggunakan kendaraan bermesin. Secara umum biomassa (bahan bakar padat) dapat dirubah menjadi bahan bakar cair melalui proses gasifikasi dan dilanjutkan dengan proses Fischer-Tropsch.

