Tindakan Bom = HARAM!!!
Akhir-akhir ini banyak terjadi insiden kekerasan yang mengatas namakan Islam. Baru-baru ini, pada tanggal 18 Juli 2009, terjadi ledakan bom di dua hotel bertaraf internasional, yaitu di hotel Ritz Carlton dan JW Marriott. Aksi bom tersebut mengakibatkan image negara Indonesia di mata dunia menjadi jelek. Selain itu nama Islam juga ikut terkena imbasnya karena negara Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Nama Islam dan nama Indonesia menjadi jelek di mata dunia. Tentu efek dari jeleknya image merambat ke seluruh sektor. Yang paling nampak adalah sektor pariwisata. Beberapa negara mulai mengumumkan travel warning bagi warna negaranya untuk berkunjung ke Indonesia. Lagi-lagi yang dituduh melakukan aksi ini adalah jaringan jama’ah Islamiyah
Di lain sisi ada oknum yang membenarkan tindak pengeboman ini. Bebepara alasan pihak yang membenarkan tindakan pengeboman ini telah dipublish di salah satu blog dan sudah tersebar luas. Meskipun begitu saya pribadi mengutuk tindakan bom tersebut. Salah satu alasan yang paling mendasar adalah hasil yang dicapai sedikit, akan tetapi madhorotnya sangat banyak. Mereka berhasil merampas nyawa beberapa orang kafir yang mereka anggap halal dibunuh. Akan tetapi tak luput memakan korban orang-orang yang sedang bekerja di tempat kejadian. Dampak dari pengebomam tersebut merambat luas, terutama bagi umat Islam. Di berbagai tempat, umat Islam yang berpenampilan Islami, seperti bergamis, berjenggot, atau tidak isbal dicurigai oleh pihak keamanan. Itu membuat umat Islam Indonesia merasa tidak nyaman, serasa tidak dianggap sebagai warga negara Indonesia. Pasca pengeboman negara luar mulai mempersulit penerbitan Visa. Hal ini berakibat sangat luas, banyak pelajar yang pupus harapan untuk belajar ke luar negeri hanya gara-gara Visa-nya tak kunjung terbit, banyak pengusaha yang dengan terpaksa perjanjiannya dibatalkan sepihak karena tidak bisa meeting, dan masih banyak lagi efek buruk yang diakibatkan dari pengboman yang mengatas-namakan Islam.
Hal yang menurut saya paling parah adalah kita mulai sulit untuk menuntut ilmu, terutama ilmu sains dan teknologi. Pada zaman kejayaan islam, sains dan teknologi dikuasai oleh umat Islam. Setelah keruntuhan Islam, ilmu pengetahuan berpindah tangan dari umat Islam ke pihak Barat. Di zaman ini sudah mulai bermunculan pemuda-pemuda Islam yang ingin mempelajari Ilmu sains dan teknologi sehingga Islam menjadi jaya kembali, seperti pada zaman awal Islam. Akan tetapi, pasca pengeboman ini, umat Islam yang ingin belajar Ilmu Sains dan tekologi semakin dipersulit. Kata seorang ustadz saya yang baru saja pulang dari menuntut ilmu Inggris, untuk bisa mempelajari sains dan teknologi, khusus untuk orang Islam, harus mengantongi izin dari pihak pemerintahan Inggris, karena pihak pemerintah mencurigai bahwa ilmu yang akan dipelajari umat Islam akan digunakan untuk membuat keonaran di dunia. Jika keadaan sudah seperti ini, sulit rasanya untuk kembali merebut ilmu pengetahuan dari barat. Sehingga sulit bagi umat Islam untuk maju dan berjaya kembali. Karena memang kenyataannya sains dan teknologi sekarang mereka kuasai, dan sekarang mereka mempersulit umat Islam untuk mempelajari ilmu tersebut. Padahal, agama Islam itu bukanlah agama teroris. Islam adalah agama damai. Islam mengajarkan penganutnya untuk damai. Tindakan bom itu hanyalah tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan Islam. Hal ini juga diperparah dengan pemberitaan media yang terkesan asal-asalan, tanpa mengkroscek suatu berita terlebih dahulu. Setiap ada tindakan pengeboman, pasti Islam yang menjadi kambing hitam, tanpa pengecekan terlebih dahulu. Baik itu Jama’ah Islamiyah, atau Al Qaeda. Inilah akibatnya, hanya beberapa orang yang berbuat, akan tetapi sangat banyak orang yang harus menanggung akibat buruknya.

<-- Visitor map -->

