AKU MENYESAL MENJADI WNI
Negara kita Indonesia sedang mengalami masa-masa terpuruk. Di bidang ekonomi, Indonesia masih menyisakan devisit, sehingga ada wacana untuk kembali meminjam devisa dari IMF. Di bidang birokrasi Indonesia juga masih sangat jauh tertinggal. Untuk mendapatkan kartu penduduk kita harus menunggu sekitar dua pekan, untuk mendapatkan surat keterangan atau surat izin kita harus bolak-balik ke sana-ke mari dan mengeluarkan uang pelicin yang kalau ditotal jumlahnya tidak sedikit. Di bidang pendidikan, sebagai warga Negara Indonesia kita harus mengorek kocek yang sangat dalam untuk dapat bersekolah, terlebih di perguruan tinggi, terlebih lagi di perguruan tinggi negri yang konon katanya di subsidi pemerintah. Lebih parahnya lagi, sudah biaya pendidikan sangat mahal, out put dari sekolah Indonesia mutunya sangat jelek, tidak bisa bersaing di kancah Internasional, dan kalaupun ada, hanya segelintir siswa. Dan masih banyak lagi kekurangan-kekurangan yang dimiliki Indonesia yang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945.
Indonesia menjadi seperti ini karena sumberdaya manusianya (SDM) kurang siap untuk mengelola negaranya. Logikanya, suatu Negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti Indonesia seharusnya menjadi Negara yang makmur. Tidak ada rakyatnya yang miskin, yang mana hanya untuk makan hari ini saja sudah sulit sekali. Akan tetapi kenyataan berbicara lain. Banyak warga Indonesia yang terpakasa menamatkan cerita hidup mereka hanya gara-gara tidak mampu bertahan hidup di negara yang serba dipersulit ini.
Sebenarnya kita sudah salah mengambil langkah yakni memproklamasikan kemerdekaan. Masyarakat Indonesia tidak mampu mengukur kemampuan dalam memanajemen Negara. Selain itu, masyarakat Indonesia juga terlalu ambisius. Terlalu ambisiun untuk merdeka, setelah merdeka Indonesia berambisi untuk pamer ke dunia luar dengan membangun monas, yang tidak ada manfaatnya sama sekali bagi rakyat. Bukankan lebih baik dana yang digunakan untuk membuat monas dialokasikan untuk membangun Indonesia bagian timur yang selalu minta lepas dari Indonesia karena tidak diperhatikan oleh pemerintah pusat. Coba kita lihat Negara sebelah, Singapura, Malaysia, dan Brunei. Negara yang luas wilayahnya kurang dari prov. Jogjakarta mampu mengelola negaranya sehingga menjadi salah satu Negara yang di perhitungkan. Jika kita telusuri ternyata Negara-negara tersebut merupakan Negara persemakmuran Inggris. Andaikan Indonesia tidak merdeka, mungkin keadaannya akan lebih baik dari sekarang. Sejarah tidak akan menuliskan tentang mata uang rupiah yang selalu merosot. Akan tetapi semuanya sudah terjadi. Sekarang tugas kitalah untuk memperbaiki Negara Indonesia ini.

<-- Visitor map -->

