Bantahan tentang Matahari mengelilingi Bumi
Pemahaman geosenteis beredar luas di kalangan umat islam setelah beredarnya buku (yang menurut saya buku sesat) ke public dengan judul “Matahari Mengelilingi Bumi - Sebuah Kepastian al-Qur’an dan as-Sunnah serta Bantahan Terhadap Teori Bumi Mengelilingi Matahari “. Kenapa buku tersebut bisa saya katakan buku sesat bahkan menyesatkan? Karena buku tersebut berisi penafsiran-penafsiran dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang dimana penafsirannya sangat tidak tepat. Buku tersebut mengusung perkataan-perkataan ulama besar Islam seperti Utsaimin, Ibn Taimiyah guna mendukung teori geosentris yang notabenenya mereka (Utsaimin dan Ibn Taimiyah) itu bukanlah ahli astronomi, melainkan hanyalah ahli di bidang agama. (fiqh, hadith, dll). Parahnya lagi, buku tersebut malah melecehkan ilmuan muslim Harun Yahya (Adnan Oktar) yang sudah lama berkecimpung di dunia sains dan teknology. Buku tersebut menuduh bahwa harun Yahya dengan serampangan menukil dalil-dalil guna mendukung teori heliosentris (bumi mengelilingi matahari).
Jika dilihat dari segi penguasaan sains dan teknologi, sudah barang tentu Utsaimin dan Ibn Taimiyah kalah jauh dengan Harun Yahya. Sehingga seharusnya ulama’ di bidang agama seperti Utsaimin dan Ibn taimiyah tidak berhak untuk menafsirkan dalil-dalil dengan sains karena mereka tidak memiliki basic sains, karena jika tidak mempunyai ilmu dibidang tersebut, maka penafsiarannya akan berdasarkan pada dhann (sangkaan). Menurut saya mereka hanya berhak menafsirkan dalil-dalil di bidang Agama. Dan yang berhak menafsirkan dalil-dalil tentang sains biarkanlah ilmuwan-ilmuwan muslim, ulama seperti Utsaimin dan Ibn Taimiyah tidak usah ikut campur dalam masalah sains dan teknologi. Karena untuk dapat menafsirkan Al Qur’an, salah satu syaratnya adalah memahami apa yang akan ditafsirkannya serta paham ilmunya secara mendalam. Sehingga jika seorang mufassir ingin menafsirkan ayat Al Qur’an yang berhubungan dengan sains, maka dia harus memahami sains.
Buku sesat ini telah mengakibatkan sebagian umat islam salah dalam memahami teori tata surya. Ada sebagian umat islam yang langsung meng-iya-kan paham ini tanpa mengecek kebenarannya. Sebagian umat Islam membenarkan paham ini karena mereka hanya taklid buta tanpa ilmu pengetahuan. Mereka hanya berpegang pada kaidah bahwasanya dalil naqli itu harus diutamakan daripada dalil aqli, jika dalil naqli (qur’an dan hadits) bertentangan dengan fakta (mereka menganggapnya dalil aqli), maka yang benar adalah dalil naqli, meskipun tidak bisa dilogika. Menurut saya kaidah tersebut memang benar. Setelah saya mengecek fatwa Utsaimin bahwa matahari mengelilingi bumi, ternyata dalil dalil yang disajikan adalah dalil-dalil yang multi tafsir. Sehingga bisa saya katakan bahwa,” Utsaimin-lah yang salah dalam menafsirkan dalil, bukan Al-Qur’an maupun hadits.” Karena Al-Qur’an pasti benar, jika ada perbedaan antara Al-Qur’an dan sains, bisa dipastikan bahwa yang salah adalah penafsirannya. Berikut saya lampirkan sebagian dalil-dalil yang dipakai oleh Utsaimin untuk mengoreksi teori tatasurya beliau yang salah.
Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya: "Apakah Matahari berputar mengelilingi bumi?".
Jawaban.
"Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut.
[1]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap yang membantahnya tentang Rabb.
"Artinya : Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," [Al Baqarah : 258]
Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.
(Koreksi: Penafsiran seperti ini sama sekai tidak bisa dijadikan hujjah, karena hanya dhann (dugaan).
[2]. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim.
"Artinya : Kemudian tatkala dia (Ibrahim as) melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu terbenam dia berkata : ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.’" [Al-An’am : 78]
Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata: "Ketika bumi itu hilang darinya".
(Koreksi: Penafisran seperti ini sama sekai tidak bisa dijadikan hujjah. Logikanya, pada saat itu posisi nabi Ibrahim as berada di bumi, jadi mustahil bumi hilang dari pandangan Ibrahim as. Bumi bisa hilang dari pandangan nabi Ibrahim jika posisi nabi Ibrahim as tidak berada di bumi)
[3]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
"Artinya : Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka berada disebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu." [Al-Kahfi : 17]
Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata: "gua mereka condong darinya(matahari)". Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan dilalah firmanNya "(condong) dan menjauhi mereka)".
(Koreksi: Penafisran seperti ini sama sekai tidak bisa dijadikan hujjah, karena multi-tafsir, kejadian condong seperti itu juga bisa terjadi karena bumi berotasi pada porosnya. Hal ini sama dengan ketika anda mengendarai mobil, di kanan-kiri jalan terdapat pepohonan. Anda akan melihat bahwa pepohonan itu seperti berjalan, akan tetapi kenyataannya Andalah yang berjalan)
[4]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
"Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." [Al-Anbiya’ : 33]
Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata:"Berputar dalam suatu garis peredaran seperti alat pemintal". Penjelasan itu terkenal darinya.
(Bantahan: Penafisran seperti ini sama sekai tidak bisa dijadikan hujjah. Karena, menurut teori alam semesta (The Theory of Universe), Bumi berotasi pada porosnya, Bulan mengelilingi bumi pada orbitnya, bumi dan bulan secara bersama mengelilingi matahari, kumpulan planet yang mengelilingi matahari secara bersama-sama mengelilingi pusat galaksi bima sakti. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bumi, bulan, matahari, dan planet-planet lain memiliki garis edar sendiri-sendiri. Teori ini dapat menjelaskan tentang kejadian pergantian siang dan malam, serta pergantian musim)
[5]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
"Artinya : Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat," [Al-A’raf : 54]
Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.
(Bantahan: Penafisran seperti ini sama sekai tidak bisa dijadikan hujjah. Karena, hanya dzann (perkiraan))
Boleh jadi disana masih banyak dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang, namun apa yang telah saya sebutkan sudah cukup tentang apa yang saya maksudkan. Wallahu Muwaffiq."
[Disalin dari Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]
_________
Foote Note
[1] Dikeluarkan oleh bukhari, Kitab Bad’ul Khalqi, bab shifat asy syam wal qamar : 3199, dan muslim, kitab Al Iman, bab Bayan az Zaman al Ladzi la yuqbal fihil Iman : 159
Karena terbatasnya waktu, saya hanya menukil sebagian kecil dalil-dalil yang dipakai oleh syaikh Utsaimin. Di sini saya hanya menjelaskan dari segi sains dan teknologi. Insya Allah akan segera datang koreksian yang mengoreksi teori beliau tentang tatasurya dari bidang sains dan teknologi serta dari bidang ilmu tafsir. Jika Anda menemukan dalil yang bertentangan dengan fakta (terutama di bidang sains), maka langkah anda yang pertama adalah mengeceknya, salah satu cara untuk mengecek adalah dengan cara melakukan penelitian (research).
Menyebarnya paham goesentris di kalangan umat Islam ini mengingatkan saya kepada zaman penguasaan Kristen. Saat itu, para ilmuwan harus tunduk kepada gereja, jika melawan tiang gantungan sudah menunggu. Pada waktu itu, pemahaman gereja tentang tatasurya adalah pemahaman geosentris. Waktu itu ada seorang ilmuwan yang mengusung teori heliosentris, akibatnya ilmuwan (Anda pasti tahu nama ilmuwan tersebut) tersebut mati di tiang gantungan. Pada waktu itu, Kristen berada di bawah kalah jauh dengan Islam karena mengekang ilmu pengetahuan.
Menurut saya salah satu penyebab kemunduran Islam sekarang ini karena umat islam tidak langi memperhatikan ilmu pengetahuan. Banyak dari umat islam yang hafal Al-Qur’an, hafal Hadits, hafal kitab-kitab fiqih, dll. Akan tetapi berapa banyak umat Islam yang menguasai teknologi sehingga mampu membuat computer, jaringan internet, pesawat terbang, dll. Sehingga, ketika ada salah satu ulama’nya yang salah menafsirkan Quran yang berhubungan dengan sains, maka kebanyakan umat islam hanya menurut saja tanpa mengecek. Lagi pula sekarang ini umat Islam belum bisa mengecek kebenaran teori tatasurya karena umat islam tidak memiliki laboratorium antariksa sebesar NASA yang memiliki laboratorium di bumi dan di luar angkasa.
Jadi kesimpulannya, janganlah menjadi orang yang selalu mengiyakan sesuatu tanpa mengecek dan memikirkannya. Jika anda orang pesantren (santri, ustadz, maupun kiai) mungkin berpikir merupakan hal yang sangat tabu. Oleh karena itu, mungkin orang pesantren memerlukan tenaga extra untuk merubah kebiasaan tersebut. Karena, di pesantren omongan kiai, atau pengasuh dianggap pasti benar. Akan tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Jadi, janganlah takut untuk berpikir, dan melakukan pembaharuan Islam.

<-- Visitor map -->

