Meraup Pahala di Musim Hujan
Hujan merupakan rahmat dari Allah SWT yang tiada kiranya. Bisa kita bayangkan bagaimana akibatnya jika Indonesia tidak turun hujan, padi-padi menguning karena kering, sumber-sumber air tidak lagi mengeluarkan airnya, pohon jari meranggas semakin ganas, dan masih banyak lagi akibat-akibat buruk yang akan terjadi. Air hujan tidak bisa dingantikan dengan air yang lain. Walaupun saya belum meneliti secara lebih lanjut, saya setiap kali melewati depan gelora selalu mengamati lapangan depan Gelora yang tetap kering walaupun telah disiram setiap hari dengan menggunakan suatu alat hingga lapangan tersebut tergenang air. Tetapi saat air hujan turun, hanya dalam beberapa hari lapangan tersebut berubah menjadi hijau. Untuk penjelasan lebih lanjut klik di sini.
Kebanyakan orang merasa senang jika hujan turun. Suhu udara yang semula panas menjadi segar, suasana mengantukpun serasa diundang untuk melengkapi suasana hujan, dan kesempatan bagi beberapa orang untuk menjadikan hujan alas an untuk tidak pergi ke masjid walaupun hujan yang turun tidak terlalu deras. Untuk yang terakhir ini, setanlah pelopornya.
Sholat berjamaah di masjid merupakan suatu kewajiban bagi muslim laki-laki kecuali jika ada uzur syar’i. Selain itu, pahala sholat dilipat gandakan menjadi 27 kali. Seorang muslim seharusnya bisa berpikir dengan menggunakan akal sehatnya, pahala 27 dengan pahala 1 tentunya lebih besar pahala 27 kali. Naluri manusia adalah selalu ingin sesuatu yang lebih banyak, tetapi berhubung setan selalu mengganduli akhirnya pahala 27 kali lipat kalah dengan malas yang dihembuskan setan.
Hujan merupakan salah satu uzur yang menyebabkan gugurnya kewajiban sholat berjama’ah. Tetapi pada zaman sekarang, perjalanan menuju masjid sangatlah mudah, jalan menuju masjid sudah baik sehingga tidak becek, sehingga untuk mendapatkan pahala 27 kali lipat lebih mudah lagi. So, jangan jadikan hujan sebagai alasan untuk mendapatkan keutamaan.

<-- Visitor map -->

