Islamic Blog

October 13, 2007

Perjalanan Ru’yah Syawal 1428 H

Filed under: Uncategorized

Pada tanggal 11 Oktober 2007 saya bergabung dengan tim Ruqyah Assalaam untuk melihat hilal tua bulan Ramadhan. Rombingan kami diketuai oleh ust.AR Sugeng Riyadi. Beliau adalah salah satu ustadz yang ahli dalam bidang astronomi. Kami berangkat hanya dengan membawa peralatan seadanya diantaranya, 4 buah binokuler, dan satu laptop yang dilengkapi dengan Starry Night 6.

Kami berangkat dari Assalaam pada pukul 01.00 pm. Tujuan kami adalah bukit komplek makam syeh Bela Belu. Siapakan dia saya juga tidak tahu. Saya sudah berusaha mencari tahu tetapi hasilnya nihil. Perjalanan Assalaam- Bukit Syeh Bela Belu mamakan waktu kurang lebih tiga setengah jam. Sebelum sampai tujuan kami sholat Ashar di salah saru masjid di kaki bukit Syeh Bela Belu. Setelah sholat kami langsung menuju lokasi. Sesampainya de sana ternyata kami termasuk rombongan awal. Rombongan TVRI Yogya telah sampai di lokasi lebih dahulu.

Sesampainya di lokasi kami langsung menuju tempat ru’yah. Saat kami menuju ke atas rombongan Pak.Muh Thoha datang. Sebagian anggota rombongan kami mempersiapkan tempat ru’yah. Pak Thoha membawa peralatan yang lebih canggih. Sebagian besar saya tidak tahu nama alatnya. Salah satu alatnya adalah teleskop yang lumanyan besar. Setelah saya mencobanya untuk melihat pemandangan laut, laut tampak dekat sekali, ombak kelihatan jelas. Bahkan kata ust.Sigit ikan yang melompat di laut lepas pun tampak dengan jelas. Menurut kabar yang saya dapatkan teropong tersebut yang baru seharga mobil kijang. Selain itu ada juga alat seperti teropong kecil yang zoomnya tak kalah hebatnya.

Saya dan beberapa ustadz menyempatkan naik ke makam Syeh Bela Belu. Sesampainya di sana kami bertemu dengan dua orang yang sepertinya sedang bertapa. Makam Syeh Bela Belu terletak di dalam ruangan yang dikunci. Di depannya ada karpet dan ada tempat pembakaran kemenyan. Suasananya syirik abis. Ust.Khusairi dan ust.Sigit menyempatkan untuk ngobrol dengan dua orang tersebut. Pantai Parangkusumo dilihat dari komlek makam sangatlah indah. Laut tampak seperti permadani biru yang sangat indah. Padang pasirnya pun tidak kalah indah. Setelah puas melihat-lihat, kami turun menuju lokasi ru’yah.

Lokasi ru’yah berada di tengah bukit. Menurut berita yang saya dapat lokasi tersebut sudah menjadi milik Depag Yogya. Lokasi tersebut memang tepat untuk dijadikan tempat ru’yah. Pemandangan ke laut lepas sangatlah bebas. Tidak ada penghalang baik itu bangunan, pohon, maupun penghalang lain.

Semakin sore semaikin banyak orang yang berdatangan. Para pegawai Depag, Bupati, dan warga yang berdatangan segera mengambil posisi yang tepat untuk melihat hilal. Menurut perhitungan hilal akan nampak pada pukul 06.32PM dengan ketinggian 19 menit. Untuk mempermudah proses pengamatan hilal, panitia dari Depag menyarankan kepada hadirin untuk mensinkronkan jamnya masing-masing. Menit demi menit berlalu, para hadirin mengamati matahari dengan seksama karena menurut perhitungan hilal berada pada jarak 4º 07” di sebelah utara matahari.

 

Analisis posisi hilal bulan Syawal 1428 h di Jogyakarta
Matahari beberapa kali menghilang dari pandangan karena tertutup awan. Saat waktunya tiba, para hadirin mengamati tempat munculnya hilal dengan lebih seksama. Menurut perhitungan umur hilal ini paling lama 3 menit. Setelah 3 menit berlalu tidak ada hadirin yang mengaku melihat hilal. Setelah itu kami mengambil bekal yang sudah disiapkan. Setelah selesai berbuka kami berfoto bersama kemudian pulang ke Ma’had tercinta.

Selama perjalanan pulang beberapa rombongan kami mendapatkan banyak SMS dan telp yang isinya menanyakan bagaimana hasil ru’yah. Selama perjalanan kami terus memantau perkembangan informasi. Setelah beberapa lama ada informasi bahwa di daerah Cakung ada yang mengaku melihat hilal dan telah bersumpah. Sontak ust.AR pun kaget. Menurut perhitungan Starry Night, pada hari ini hilal mustahil dilihat karena sangat rendah, selain itu terlalu dekat dengan matahari. Setelah menerima informasi tersebut, secara otomatis kami merundingkan tentang penetapan tanggal 1 Syawal 1429 H. Sembari bertukar pikiran, kami juga menunggu hasil sidang isbat Dewan Kyai PPMI Assalaam, dan hasil siding isbat Petinggi Negara. Pembicaraan kami berlangsung sengit dan rumit. Permasalahannya adalah ada yang mengaku melihat hilal, padahal, menurut perhitungan hilal mustahil dilihat. Setelah beberapa saat kami mendapat informasi bahwa pemerintah nemutuskan bahwa 1 Syawal jatuh pada tanggal 13 Oktober 2007. Di tengah perjalanan kami berusaha mencari masjid, setelah mendapatkan masjid NU (supaya tidak terganggu dengan takbiran), kami pun melaksanakan sholat Maghrib dan Sholat Isya’ secara jama’ ta’khir. Setelah selesai sholat kami mendapatkan informasi bahwa di Assalaam ada takbiran. Kami pun kaget, tetapi kami hanya bisa menunggu. Karena untuk mengetahui kebenarannya kami harus melihat sendiri. Perjalananpun dilanjutkan dengan diwarnai dengan bunyi ringtone HP yang acapkali berbunyi. Ketika melewati sebuah Swalayan yang cukup besar dan ramai, ust.AR mencletuk,”Orang-orang pada asyik meni’mati Swalayan, kita malah pusing menentukan awal Syawal.” Tak lama kemudian kami sampai di PPMI Assalaam dan kami dapati para panitia Sholat ‘Ied sudah mempersiapkan keperluan sholat ‘Ied. Timbullah pertanyaan, apakan Assalaam akan melaksanakan sholat ‘Ied tanggal 12? Kami pun mendapatkan jawaban bahwa Assalaam akan sholat ‘Ied besok (12 Okt 2007), dengan landasan bahwa di Cakung ada 4 orang yang telah berhasil mengamati hilal beberapa menit dengan altitude sekitar 3 derajat. Dan ke-4 orang telah berani diambil sumpahnya di hadapan pihak berwenang.

 






















<-- Visitor map -->
Fase Bulan Saat Ini:

Foto Matahari Saat ini:

Foto Matahari Saat ini:

MDI Continum:

Locations of visitors to this page -->

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer

rus