Sholat Tarawih 4 Juz Semalam
Jumat, tgl 28 Sept saya dan satu orang teman saya, Ardani Dahiyu melakukan perjalanan ke Grabag, Magelang. Tujuan kami ke sana adalah untuk menyusul ust.Ghozy yang diamanahi untuk menjadi imam tarawih di salah satu masjid di Grabag. Tepatnya di Pondok Al I’tishom. Selain itu kami juga ingin mencari nuansa baru, dan menambah pengalaman.
Saya mendapatkan banyak pengalaman selama di Grabag. Warganya sangat ramah dan baik hati. Setiap ba’da Maghrib pasti ada ibu-ibu yang umurnya sudah senja mengantarkan gorengan kepada kami. Banyak warga yang memberikan bantuannya kepada kami. Baik itu berupa makanan, maupun jasa. Bahkan kendaraanpun dipinjamkan.
Suasana berbuka di sana sangatlah berbeda dengan buka puasa di tempat lain yang pernah saya singgahi. Saat menjelang Maghrib para warga baik tua, muda, anak-anak, bapak- bapak semuanya berkumpul di masjid untuk berbuka. Di sana berbukanya langsung makan besar. Ibu-ibu sudah menyiapkan buka sejak pukul setengah lima sore. Mereka sangat kompak dalam menyiapkan berbuka. Perlu diketahui satu kali berbuka yang menaggung biayanya adalah satu keluarga. Yang paling menarik adalah ada salah satu warga yang pekerjaannya adalah buruh cuci yang menyanggupi makanan berbuka. Seelah selesai berbuka gliran bapak-bapak dan pemuda yang membereskan tempat dan alat berbuka.
Sholat tarawih di sana dimulai ba’da Isya’, Jumlah rokaatnya 23 rekaat, dengan 2 roka’at salam 2 roka’at salam. Untuk tarawih ba’da isya’ imam membaca 1 juz. Pada 10 hari terakhir, tarawih diadakan 2 kali, ba’da Isya’ dan pukul 12.30 AM. Untuk ba’da isya seperti biasa 1 juz dan untuk tengah malam imam membaca 3 Juz. Untuk 2 sholatan pertama (satu sholat 2 roka’at) setiap rokaa’atnya imam membaca setengah juz. Untuk roka’at selanjutnya hanya seperempat juz. Qiyamullail selesai pada pukul 03.00 AM. Setelah itu langsung disusul dengan sahur bersama yang bertempat di masjid. Khusus sahur, makanan dari pak Kyai.
Saya sangat kagum terhadap para warga. Mereka sangat antusias sekali dalam melaksanakan tarawih dan qiyamullail. Tua, muda, bahkan anak-anakpun hadir di masjid untuk melaksanakan sholat tarawih bersama. Dan hebatnya lagi, ada sebagian dari ma’mum yang usianya sudah senja. Bahkan untuk berdiri saja sulit. Tetapi mereka tetap bersemangat. Pada tengah malam beberapa warga saling menghampiri tetangganya untuk melaksanakan qiyamullail secara berjama’ah. Jumlah yang hadir saat qiyamullail lebih banyak daripada tarawih. Bahkan ada yang datang dari luar daerah Grabag seperti, Pingit, Tegalrejo, dll. Suasana qiyamullail juga berebeda dengan tarawih. Suasana haning , bacaan imam yang fasih ditambah lagi dengan irama yang dapat membuat ma’mum terhanyut, Pegal, capai, dingin hanya terasa di awal-awal. Lama-kelamaan rasa tidak enak itu pergi dan waktu 2,5 jam serasa hanya sebentar.
Saya berharap suasana itu ada di Ma’had kita tercinta Assalaam. Bagaimana dengan anda….?!

<-- Visitor map -->


Saya juga berharap suasana tersebut ada di pondok kita
Comment by suntree — October 16, 2007 @ 1:33 am