Islamic Blog

October 24, 2007

Kenapa Harus Hafal Qur’an?

Filed under: Uncategorized


Sewaktu masih di jenjang sekolah, membaca qur’an merupakan rutinitas yang tidak bisa dipisahkan. Sekarang silakan lihat keadaan Anda masing-masing. Apakah Anda masih memiliki waktu untuk membaca qur’an seperti saat Anda masih kecil..?

 

Al Qur’an adalah petunjuk dari Allah SWT yang diturunkan untuk manusia agar tidak tersesat dari jalan kebenaran. Logikanya, jika Anda memiliki prototip computer yang belum dirakit, dan Anda belum tahu bagaimana cara merakit computer. Apa yang Anda perlukan untuk merakit computer? Bisa dipastikan Anda membutuhkan buku panduan guna merakit prototipe tersebut menjadi sebuah computer. Al qur’an bisa dipermisalkan dengan buku panduan tersebut. Al Qur’an berisi petunjuk, kabar gembira bagi orang mu’min dan kabar buruk bagi orang yang mengingkari Al Qur’an dan As Sunnah. Al Quran juga berisi rule of the game di dunia ini. Jika manusia telah jauh dengan Al Qur’an, bisa dipastikan kehidupannya suram. Jadi intinya, sesibuk apapun Anda, Qur’an tidak boleh Anda tinggalkan. Qur’an tidak bisa diganti dengan kitab yang lain yang notabene buatan manusia. Manusia tidak dapat seenaknya membuat peraturan di Bumi ini, karena bukan manusia yang yang menciptakan alam semesta akan tetapi Allah lah yang menciptakannya. Logikanya, dalam merakit computer, Anda tidak dapat sembarangan memasangkan prototip-prototip tersebut. Jika Anda nekad melakukannya bisa dipastikan computer tidak akan digunakan, bahkan malah menjadi rusak (konslet). Sudah banyak sekali contoh akibat tidak diterapkannya Aturan Allah  SWT. Di Indonesia -Negara yang belum mennjalankan Aturan Islam secara sempurna- , tingkat criminal masih tergolong tinggi, lain dengan Saudi Arabia yang sudah menerapkan Aturan Islam, memiliki tingkat criminal yang tendah.

 

Qur’an memiliki banyak sekali kelebihan, salah satu contohnya adalah quran merupakan satu-satunya kitab yang masih terjaga keasliannya hingga sekarang, bahkan hingga hari akhir. Allah SWT memiliki banyak cara untuk menjaga Quran, salah satunya adalah dengan banyaknya para penghafal Quran di muka bumi ini. Selain itu, quran memuat hal-hal yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Contohnya, Quran telah menjelaskan kejadian manusia pada 14 abad yang lalu yang kemudian kebenarannya baru terungkap pada zaman sekarang. Selain itu, Quran juga telah menjelaskan bagaimana proses terpecahnya bintang, pernyataan bahwa bumi itu bulat, dan masih banyak lagi. Dari sudut pandang bahasa quran memiliki gaya bahasa yang sangat indah, dan tidak tertandingi. Tidak ada makhluq yang dapat membuat yang semisal dengan quran.

 

Allah SWT telah menurunkan quran dan menjadikannya kitab yang mulia serta menjaganya hingga hari akhir

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya(Al Hijr:9)

Oleh karena itu wajar jika orang yang berinteraksi dengannya memiliki keutamaan di sisi Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat. Berikut ini keutamaan yang dijelaskan oleh Allah SWT dan Rasulnya.

Keutamaan di Dunia :

1.    Menghafal quran merupakan keutamaan rabbani yang datang dari Allah SWT. Bahkan ni’mat mampu menghafal quran sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapat wahyu. Rasulullah menjelaskan,"Barangsiapa yang membaca(hafal) Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian hanya saja tidak diwahyukan kepadanya. Tidak pantas bagi hafidz quran bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam bergaul)sementara dalam dirinya terdapat firman Allah(HR.Hakim)

2.    Seorang hafidz quran adalah orang yang mendapatkan penghargaan khusus dari Nabi SAW. Diantara penghargaan nabi yang pernah diberikan nabi kepada sahabat penghafal quran adalah perhatian yang khusus kepada syuhada Uhud dengan mendahulukan pemakamannya, dalam pengiriman delegasi Rasulullah memilih orang yang paling banyak hafalannya sebagai delegasi.

3.    Menghafal quran merupakan ciri orang yang diberi ilmu.

4.    Hafidz quran merupakan keluarga Allah di muka bumi

5.    Menghormati hafidz quran berarti mengagungkan Allah SWT

 

Keutamaan di Akhirat:

1.    Quran akan menjadi syafa’at bagi para penghafalnya. Dari Abi Umamah r.a, ia berkata,"Aku mendengar Rasulullah SAW berkata,"Bacalah Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafal)(HR. Muslim)

2.    Hifdzul quran akan meninggikan derajat manusia di surga. Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari nabi SAW. Ia bersabda,"Akan dikatakan kepada shahib quran,"Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau menartilkan Quran di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.”(HR. Abu Daud dan At-tirmidzi) Para ulama menjelaskan arti shahib quran adalah orang yang hafal semuanya atau sebagian, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya, dan berakhlaq seperti isinya.

3.    Penghafal quran bersama para malaikat yang mulia dan taat

4.    Bagi para penghafal quran akan diberikan mahkota kehormatan. Jika orang tuanya muslim, maka akan mendapatkan pakaian yang lebih bagus dari dunia seisinya.

5.    Penghafal quran adalah orang yang tidak akan merugi dalam perdagangannya.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri(QS.Fathiir 35:29-30)

 

Setelah mengetahui keutamaan berinteraksi dengan quran, mari tumbuhkan semangat untuk selalu berinteraksi dengannya, salah satu caranya adalah dengan menghafalnya. Menghafal quran tidak mengenal perbedaan umur. Baik tua maupun muda asalkan memiliki keinginan yang kuat insya Allah dapat menghafal quran. Kebanyakan sahabat menghafal quran pada saat dewasa. Jadi, umur bukanlah alasan untuk tidak menghafal quran. Dalam proses menghafal Anda dapat memetik banyak sekali pelajaran yang berharga. Sebelum menghafal Anda dituntut untuk memahami ayat Qur’an guna mempermudah proses penghafalan. Dengan memahamai ayat qur’an, diharapkan Anda dapat mengenal lebih jauh tentang Islam, baik dari segi fiqh, muamalah, sejarah, dan lain-lain. Jika anda sudah memiliki hafalan Quran, Anda akan terdorong untuk berusaha menjaganya. Karena merupakan dosa besar melupakan ayat quran yang sudah dihafal. Salah satu cara untuk menjaga hafalan adalah dengan cara mengulang-ulangnya. Sehingga dengan mengulang-ulang hafalan, Anda pun akan selalu bersama Quran. Perlu diketahui, ada beberapa penghafal quran yang kehilangan hafalannya karena lalai dalam menjaganya. Sehingga dhobitkanlah hafalan anda terutama jika Anda sudah khatam 30 juz, sehingga Anda dapat dengan mudah memuroja’ah hafalan Anda. Jika hafalan sudah dhobit, Anda bisa muroja’ah sambil menyetir mobil, memasak, dan banyak lagi pekerjaan yang bisa dibarengi dengan muroja’ah Sehingga minimal dalam seminggu Anda bisa mengulang hafalan Anda sekali.

 

 

October 21, 2007

Metode Menghafal Al Qur’an

Filed under: Uncategorized


Menghafal qur’an merupakan kegiatan yang sangat mulia, karena hafidz qur’an adalah ahlullah di Bumi . Diperlukan do’a, kedisiplinan, dan keuletan agar sukses dalam menghafal qur’an. Dalam menghafal Anda dituntut untuk memiliki strategi yang jitu agar semua kegiatan yang menjadi tanggungjawab Anda tidak terabaikan. Pada kesempatan ini saya akan memaparkan strategi saya dalam menghafal yang Insya Allah dapat bermanfaat bagi Anda. Terutama bagi santri kelas kibar yang ingin mendapatkan syahadah.

Berikut strateginya :

 

1.    Usahakan pikiran dalam keadaan tenang (calm mind), dan suasana nyaman. Karena saat pikiran kacau sekeras apapun Anda berusaha hasilnya tidak sama dengan saat pikiran tenang.

2.    Membaca terlebih dahulu ayat-ayat yang akan dihafal. Ini membantu untuk lebih memudahkan dalam mengucapkan. Selain itu jika di dalam halaman tesebut ada ayat yang mudah ataupun indah, maka Anda merasa lebih bersemangat untuk menghafalkannya.

3.    Memahami ayat yang akan dihafal. Memahami ayat dapat membantu untuk mengurutkan ayat-ayat yang dihafal. Selain itu juga dapat membantu agar Anda bisa merenungi kandungannya.

4.    Menghafal ayat satu persatu hingga dhobit (hafal sekali), kemudian menggabungkannya dengan ayat selanjutnya hingga lengkap satu halaman. Biasanya pada keesokan harinya mutu hafalan akan sedikit menurun, tetapi dengan dimuroja’ah terus-menerus lama-kelamaan akan dhobit.

5.    Jangan lupa untuk memuroja’ah hafalan Anda yang sebelumnya paling tidak 1 pekan sekali, jika tidak bisa 2 pekan sekali. Semakin lama rentang Anda muroja’ah semakin sulit untuk mengulangnya.

 

Waktu-waktu menghafal :

1.    Ba’da shubuh hingga pukul 06.30AM. Karena pada saat itu rasa kantuk sudah hilang dan pikiran masih segar.

2.    Waktu istirahat sekolah. Pada waktu ini pikiran juga masih segar, selain itu bagi santri yang jam pelajaran sebelumnya sudah tidur, waktu ini serasa segar. Tetapi tidak tidur di kelas lebih baik.

3.    Ba’da Dzuhur

4.    Ba’da Ashar

5.    Ba’da Maghrib

6.    Ba’da Isya.

7.    Tengah malam (diatas pkl 10 malam) bertempat di Masjid. Pada saat ini suasana sudah menjadi tenang, sehingga kita lebih leluasa dalam mengeraskan suara.

8.    Sebelum shubuh.

 

Bagi Anda yang memilki niat untuk menjadi hafidz, paling tidak anda menyisihkan waktu kurang lebih 4 jam untuk nderes (membaca qur’an). Jadi, waktu-waktu diatas bukanlah patokan baku dalam menghafal. Di dalam menghafal qur ‘an, Anda akan menemui kesulitan di beberapa tempat. Pesan saya janganlah mudah putus asa dalam menghafal. Mula-mula menghafal qur’an memang sulit, tetapi seiring berjalannya waktu Insya Allah akan menjadi mudah.

October 20, 2007

Shof Tidak Rapi, Penjara Menunggu

Filed under: Uncategorized

Shof merupakan perkara yang tidak bisa diremehkan. Persatuan umat Islam bermulai dari shof. Jika shof sholat berantakan niscaya hal lainnya juga berantakan. Rasulullah SAW bersabda :

لتسوّنّ صفوفكم,أوليخا لفنّ الله بين وجوهكم

“Kalian mau meluruskan shof-shof kalian ata Allah akan  mencerai-beraikan di antara muka-muka kalian.”(HR.Ahmad II/97,5724; Abu Dawud 666 dan Nasai II/93)

ومن قطع صفّا قطع الله عزّ وجلّ

“Barangsiapa yang memutus shof, maka Allah ‘Azza wa Jalla akan memutusnya.”(HR. Muslim 436 dari Hadits An-Nu’man bin Basyir)

Hadits di atas sudah sangat jelas. Anda pasti sudah dapat mengambil kesimpulannya.

Perlu anda ketahui bahwa di masjid Madinah terdapat petugas yang bertugas menjaga orang yang sedang melakukan sholat. Jika mereka melihat seseorang sholat di suatu shof, padahal shof di depannya masih memungkinkan untuk ditempati , maka mereka membawa orang tersebut ke penjara sehabis sholat.

 Jika peraturan tersebut diterapkan di Assalaam, berapa banyak jamaah yang dipenjara?!

 

 

October 18, 2007

Tinggalkan Sholat!

Filed under: Uncategorized

Pernahkah anda mendapatkan seseorang yang bertakbir pada waktu sholat tetapi orang tersebut tidak meyakini bahwa dia telah bertakbir, sehingga dia mengulang-ulang takbirnya dan lebih mengeraskan bacaan takbirnya, atau orang yang membaca dzikir tetapi ia berkata, “Saya tidak berzikir.” Atau yang semisal dengan kejadian tersebut. Ketahuilah bahwa orang tersebut sedang terjangkiti penyakit was-was, penyakit yang berasal dari setan guna merusak ibadah bani Adam as, dan penyakit ini tidak ada di zaman Rasulullah SAW.

Penyakit was-was memiliki tingkatan-tingkatan tertentu. Ada yang dapat membatalkan ibadah, dan ada juga yang hanya merusak tanpa membatalkannya. Ibnu Qudamah berkata dalam kitab Dzammu ‘l- Muwaswisin, “Diantara jenis penyakit was-was itu ada yang merusak sholat. Misalnya membaca berulang-ulang sebagian kalimat, seperti membaca At tahiyat dengan, “At at attahi, attahi,” dalam salam ia membaca ,”As as Assalaam,” dalam takbir ia membaca,”Akkkbar,” dan dalam iyyaaka ia membaca,”Iyyakkka.” Membaca kalimat-kalimat semacam ini secara berulang-ulang jelas dapat merubah makna-makna bacaan sekaligus dapat mengeluarkan lafadz dari posisi yang sebenarnya tanpa ada keperluan yang mendesak. Karena itu, cara membaca kalimat-kalimat seperti ini jelas membatalkan sholat.

Imam Ibnu Uqoil pernah menfatwakan kepada seseorang yang mengadu kepada beliau,”Sesungguhnya saya bertakbir”. Lalu saya mengatakan,”Saya tidak bertakbir”. Ibnu Uqoil memberikan fatwa kepadanya dengan apa yang diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dari sebagian guru-gurunya, dari Ibnu Uqoil bahwa ia berkata kepada orang tersebut,”Tinggalkan sholat! Lalu orang itu bertanya kepada Ibnu ‘Uqoil, “Bagaimana Anda bisa berkata demikian ini?” Ibnu ‘Uqoil menjawab, “Pena (untuk mencatat amal) telah diangkat dari orang gila hingga ia sadar.” Dari kisah tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang bertakbir tetapi ia mengatakan, “Saya tidak bertakbir”, berarti ia tidak berakal. Padahal, orang gila tidak berkewajiban mengerjakan sholat. Jadi, jika Anda bertemu dengan orang yang terjangkiti penyakit was-was nasehatilah ia, dan apabila ia belum berubah katakanlah kepadanya seperti apa yang dikatakan Ibnu ‘Uqoil terhadap fulan.

October 17, 2007

Imtihan Tahfidzul Qur’an

Filed under: Uncategorized

Imtihan Tahfidz merupakan salah satu program untuk menjaga hafalan peserta program Kuliyatul Qur’an Wal Hadits. Sistematikanya adalah para peserta menyetorkan seluruh hafalannya dalam sekali duduk, berhubung kurangnya ustadz penyimak peserta ujian disimak oleh rekannya minimal 2 orang, dan jika terpaksa tidak bisa disetorkan sekali duduk peserta diberi waktu untuk menyelesaikan ujian maksimal tiga hari. Setelah selesai disotorkan semua, peserta mengumpulkan kartu tahfidz kepada mengampu tahfidz dengan dites terlebih dahulu.

Ujian tahfidz memang bukan ujian yang mudah, terutama bagi peserta yang ujiannya diatas tiga juz, mereka harus mempersiapkan secara sangat matang. Selain itu ujian memakan waktu yang lama. Sejauh ini, peserta baru bisa ujian maksimal 5 juz, karena banyak kendala diantaranya adalah kendala waktu. Saya pernah ujian tahfidz 3 juz. Ujian dimulai pukul 08.30 PM dan selesai pada pukul 12.30 AM.

Pada ujian kali ini, saya ujian 5 Juz. Peserta yang selesai ujian 5 juz selain saya adalah M.Nur Aulia Zakka. Sebenarnya ada peserta lain yang rencananya ingin ujian 5 Juz, namun karena kendala waktu peserta tersebut hanya menyelesaikan 4 atau 3 Juz. Dari pihak Program Kuliyatul Qur’an wal Hadits sendiri ingin mengadakan khataman di Pondok Assalaam. Sekarang kegiatan ini baru dirapatkan tunggu saja hasilnya setelah liburan Ramadhan….

Peserta sedang disimak oleh rekan-rekannya


 

Nyantai dulu di tengah ujian… 

 Tes sebelum mengumpulkan kartu

 

October 15, 2007

Dari Penentuan Syawal Sampai Khilafah

Filed under: Uncategorized

Perbedaan penentuan 1 Syawal terulang lagi pada tahun ini. Ada sebagian kelompok umat Islam yang mengatakan bahwa 1 Syawal jatuh pada 12 Oktober 2007, ada juga yang mengatakan 1 syawal jatuh pada 13 Oktober 2007. Masing-masing kelompok memiliki dasar yang cukup kuat. Mereka berselisih karena sebagian dari mereka menentukan 1 Syawal dengan ru’yah dan sebagian lainnya menggunakan hisab. Bagi yang menggunakan hisab berpendapat bahwa hasil hisab sudah tepat (persis dengan ru’yah), sedangkan yang mengunakan ru’yah berpendapat bahwa dalil yang menunjukkan penentuan awal bulan bersifat qoth’i (harus sama dengan teks).

Sebenarnya perbedaan pendapat seperti ini tidak sepantasnya terjadi, karena umat Islam adalah satu tubuh. Islam haruslah kompak.  Walaupun didalam Islam banyak perbedaan pendapat, untuk masalah penentuan hari “Iedul Fitri seharusnya seluruh umat Islam bersatu. Perpecahan waktu ‘Iedul Fitri sudah cukup untuk memberi tahu kita bahwa ternyata ego masing-masing kelompok masih sangat tinggi, dan hal ini membuat image Islam jatuh.

Seharusnya dalam penentuan ‘Iedul Fitri disandarkan kepada keputusan rapat bersama yang dihadiri oleh pembesar ormas-ormas Islam. Di dalam rapat itu, para pembesar bermusyawarah tentang penentuan 1 Syawal. Dari rapat tersebut diharapkan tercapai satu keputusan yang disepakati bersama, dan jika ada yang mengingkari hasil keputusan rapat, haruslah ditindak dengan tegas. Karena orang-orang yang "ngeyel" tersebut secara tidak langsung dapat menghancurkan Islam dari dalam.

Bagi masyarakat umum, hidarilah fanatic yang berlebihan terhadap golongan yang diikutinya. Terutama dalam masalah agama. Janganlah ormas Islam saling menghancurkan satu sama lainnya. Orang yang terlalu fanatic bisa terperosok kedalam ashobiyah, dan hal itu dilarang keras oleh Islam. Seorang muslim bisa saja tega menyakiti saudara muslim lainnya jika orang yang bukan termasuk golongannya jika orang tersebut sudah terjangkiti virus ashobiyah.

 

Menurut saya, golongan-golongan seperti ini tidak harus ada. Tetapi berhubung Negara kita adalah Negara yang masih plin-plan dalam syari’at Islam, inilah resikonya. Kita tidak punya panutan. Seharusnya umat muslim sudah memikirkan bagaimana pendirian khilafah, karena banyak sekali syariat Islam yang belum bisa terlaksana tanpa khilafah. Contohnya masalah Hudud, Qishosh,dll. Disamping itu tidak adanya khilafah menimbulkan efek yang kurang baik bagi umat Islam, contohnya perbedaan hari raya ‘Iedul Fitri. Selain itu, jika khilafah sudah berdiri, bumi dan seisinya akan menjadi makmur, penuh dengan barokah.

 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٩٦)

Artinya : Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(Al A’raf:96)

Jika kita ingin Khilafah berdiri, maka tidaklah pantas bagi kita hanya berdiam diri saja. Hanya melihat perjuangan-perjuangan ikhwan-ikhwan kita yang telah terlebih dahulu berjuang untuk mendirikan khilafah. Kita juga harus ikut andail dalam menegakkan khilafah, dari segala bidang, baik dari segi militer, ekonomi, politik, dan bidang-bidang lainnya. Ingatlah!!! Umat Islam membutuhkan penganyom yang dapat menganyomi dengan Al Qur’an dan As Sunnah.

 

 

October 13, 2007

Perjalanan Ru’yah Syawal 1428 H

Filed under: Uncategorized

Pada tanggal 11 Oktober 2007 saya bergabung dengan tim Ruqyah Assalaam untuk melihat hilal tua bulan Ramadhan. Rombingan kami diketuai oleh ust.AR Sugeng Riyadi. Beliau adalah salah satu ustadz yang ahli dalam bidang astronomi. Kami berangkat hanya dengan membawa peralatan seadanya diantaranya, 4 buah binokuler, dan satu laptop yang dilengkapi dengan Starry Night 6.

Kami berangkat dari Assalaam pada pukul 01.00 pm. Tujuan kami adalah bukit komplek makam syeh Bela Belu. Siapakan dia saya juga tidak tahu. Saya sudah berusaha mencari tahu tetapi hasilnya nihil. Perjalanan Assalaam- Bukit Syeh Bela Belu mamakan waktu kurang lebih tiga setengah jam. Sebelum sampai tujuan kami sholat Ashar di salah saru masjid di kaki bukit Syeh Bela Belu. Setelah sholat kami langsung menuju lokasi. Sesampainya de sana ternyata kami termasuk rombongan awal. Rombongan TVRI Yogya telah sampai di lokasi lebih dahulu.

Sesampainya di lokasi kami langsung menuju tempat ru’yah. Saat kami menuju ke atas rombongan Pak.Muh Thoha datang. Sebagian anggota rombongan kami mempersiapkan tempat ru’yah. Pak Thoha membawa peralatan yang lebih canggih. Sebagian besar saya tidak tahu nama alatnya. Salah satu alatnya adalah teleskop yang lumanyan besar. Setelah saya mencobanya untuk melihat pemandangan laut, laut tampak dekat sekali, ombak kelihatan jelas. Bahkan kata ust.Sigit ikan yang melompat di laut lepas pun tampak dengan jelas. Menurut kabar yang saya dapatkan teropong tersebut yang baru seharga mobil kijang. Selain itu ada juga alat seperti teropong kecil yang zoomnya tak kalah hebatnya.

Saya dan beberapa ustadz menyempatkan naik ke makam Syeh Bela Belu. Sesampainya di sana kami bertemu dengan dua orang yang sepertinya sedang bertapa. Makam Syeh Bela Belu terletak di dalam ruangan yang dikunci. Di depannya ada karpet dan ada tempat pembakaran kemenyan. Suasananya syirik abis. Ust.Khusairi dan ust.Sigit menyempatkan untuk ngobrol dengan dua orang tersebut. Pantai Parangkusumo dilihat dari komlek makam sangatlah indah. Laut tampak seperti permadani biru yang sangat indah. Padang pasirnya pun tidak kalah indah. Setelah puas melihat-lihat, kami turun menuju lokasi ru’yah.

Lokasi ru’yah berada di tengah bukit. Menurut berita yang saya dapat lokasi tersebut sudah menjadi milik Depag Yogya. Lokasi tersebut memang tepat untuk dijadikan tempat ru’yah. Pemandangan ke laut lepas sangatlah bebas. Tidak ada penghalang baik itu bangunan, pohon, maupun penghalang lain.

Semakin sore semaikin banyak orang yang berdatangan. Para pegawai Depag, Bupati, dan warga yang berdatangan segera mengambil posisi yang tepat untuk melihat hilal. Menurut perhitungan hilal akan nampak pada pukul 06.32PM dengan ketinggian 19 menit. Untuk mempermudah proses pengamatan hilal, panitia dari Depag menyarankan kepada hadirin untuk mensinkronkan jamnya masing-masing. Menit demi menit berlalu, para hadirin mengamati matahari dengan seksama karena menurut perhitungan hilal berada pada jarak 4º 07” di sebelah utara matahari.

 

Analisis posisi hilal bulan Syawal 1428 h di Jogyakarta
Matahari beberapa kali menghilang dari pandangan karena tertutup awan. Saat waktunya tiba, para hadirin mengamati tempat munculnya hilal dengan lebih seksama. Menurut perhitungan umur hilal ini paling lama 3 menit. Setelah 3 menit berlalu tidak ada hadirin yang mengaku melihat hilal. Setelah itu kami mengambil bekal yang sudah disiapkan. Setelah selesai berbuka kami berfoto bersama kemudian pulang ke Ma’had tercinta.

Selama perjalanan pulang beberapa rombongan kami mendapatkan banyak SMS dan telp yang isinya menanyakan bagaimana hasil ru’yah. Selama perjalanan kami terus memantau perkembangan informasi. Setelah beberapa lama ada informasi bahwa di daerah Cakung ada yang mengaku melihat hilal dan telah bersumpah. Sontak ust.AR pun kaget. Menurut perhitungan Starry Night, pada hari ini hilal mustahil dilihat karena sangat rendah, selain itu terlalu dekat dengan matahari. Setelah menerima informasi tersebut, secara otomatis kami merundingkan tentang penetapan tanggal 1 Syawal 1429 H. Sembari bertukar pikiran, kami juga menunggu hasil sidang isbat Dewan Kyai PPMI Assalaam, dan hasil siding isbat Petinggi Negara. Pembicaraan kami berlangsung sengit dan rumit. Permasalahannya adalah ada yang mengaku melihat hilal, padahal, menurut perhitungan hilal mustahil dilihat. Setelah beberapa saat kami mendapat informasi bahwa pemerintah nemutuskan bahwa 1 Syawal jatuh pada tanggal 13 Oktober 2007. Di tengah perjalanan kami berusaha mencari masjid, setelah mendapatkan masjid NU (supaya tidak terganggu dengan takbiran), kami pun melaksanakan sholat Maghrib dan Sholat Isya’ secara jama’ ta’khir. Setelah selesai sholat kami mendapatkan informasi bahwa di Assalaam ada takbiran. Kami pun kaget, tetapi kami hanya bisa menunggu. Karena untuk mengetahui kebenarannya kami harus melihat sendiri. Perjalananpun dilanjutkan dengan diwarnai dengan bunyi ringtone HP yang acapkali berbunyi. Ketika melewati sebuah Swalayan yang cukup besar dan ramai, ust.AR mencletuk,”Orang-orang pada asyik meni’mati Swalayan, kita malah pusing menentukan awal Syawal.” Tak lama kemudian kami sampai di PPMI Assalaam dan kami dapati para panitia Sholat ‘Ied sudah mempersiapkan keperluan sholat ‘Ied. Timbullah pertanyaan, apakan Assalaam akan melaksanakan sholat ‘Ied tanggal 12? Kami pun mendapatkan jawaban bahwa Assalaam akan sholat ‘Ied besok (12 Okt 2007), dengan landasan bahwa di Cakung ada 4 orang yang telah berhasil mengamati hilal beberapa menit dengan altitude sekitar 3 derajat. Dan ke-4 orang telah berani diambil sumpahnya di hadapan pihak berwenang.

 

October 10, 2007

Sholat Tarawih 4 Juz Semalam

Filed under: Uncategorized

 

 Jumat, tgl 28 Sept saya dan satu orang teman saya melakukan perjalanan ke Grabag, Magelang. Tujuan kami ke sana adalah untuk menyusul ust.Ghozy yang diamanahi untuk menjadi imam tarawih di salah satu masjid di Grabag. Tepatnya di Pondok Al I’tishom. Selain itu kami juga ingin mencari nuansa baru, dan menambah pengalaman.

 

Saya mendapatkan banyak pengalaman selama di Grabag. Warganya sangat ramah dan baik hati. Setiap ba’da Maghrib pasti ada ibu-ibu yang umurnya sudah senja mengantarkan gorengan kepada kami. Banyak warga yang memberikan bantuannya kepada kami. Baik itu berupa makanan, maupun jasa. Bahkan kendaraanpun dipinjamkan.

 

Suasana berbuka di sana sangatlah berbeda dengan buka puasa di tempat lain yang pernah saya singgahi. Saat menjelang Maghrib para warga baik tua, muda, anak-anak, bapak- bapak semuanya berkumpul di masjid untuk berbuka. Di sana berbukanya langsung makan besar. Ibu-ibu sudah menyiapkan buka sejak pukul setengah lima sore. Mereka sangat kompak dalam menyiapkan berbuka. Perlu diketahui satu kali berbuka yang menaggung biayanya adalah satu keluarga. Yang paling menarik adalah ada salah satu warga yang pekerjaannya adalah buruh cuci yang menyanggupi makanan berbuka. Seelah selesai berbuka gliran bapak-bapak dan pemuda yang membereskan tempat dan alat berbuka.

 

Sholat tarawih di sana dimulai ba’da Isya’, Jumlah rokaatnya 23 rekaat, dengan  2 roka’at salam 2 roka’at salam. Untuk tarawih ba’da isya’ imam membaca 1 juz. Pada 10 hari terakhir, tarawih diadakan 2 kali, ba’da Isya’ dan pukul 12.30 AM. Untuk ba’da isya seperti biasa 1 juz dan untuk tengah malam imam membaca 3 Juz. Untuk 2 sholatan pertama (satu sholat 2 roka’at) setiap rokaa’atnya imam membaca setengah juz. Untuk roka’at selanjutnya hanya seperempat juz. Qiyamullail selesai pada pukul 03.00 AM. Setelah itu langsung disusul dengan sahur bersama yang bertempat di masjid. Khusus sahur, makanan dari pak Kyai.

 

Saya sangat kagum terhadap para warga. Mereka sangat antusias sekali dalam melaksanakan tarawih dan qiyamullail. Tua, muda, bahkan anak-anakpun hadir di masjid untuk melaksanakan sholat tarawih bersama. Dan hebatnya lagi, ada sebagian dari ma’mum yang usianya sudah senja. Bahkan untuk berdiri saja sulit. Tetapi mereka tetap bersemangat. Pada tengah malam beberapa warga saling menghampiri tetangganya untuk melaksanakan qiyamullail secara berjama’ah. Jumlah yang hadir saat qiyamullail lebih banyak daripada tarawih. Bahkan ada yang dating dari luar daerah Grabag seperti, Pingit, Tegalrejo, dll. Suasana qiyamullail juga berebeda dengan tarawih. Suasana haning , bacaan imam yang fasih ditambah lagi dengan irama yang dapat membuat ma’mum terhanyut, Pegal, capai, dingin hanya terasa di awal-awal. Lama-kelamaan rasa tidak enak itu pergi dan waktu 2,5 jam serasa hanya sebentar.

Saya berharap suasana itu ada di Ma’had kita tercinta Assalaam. Bagaimana dengan anda….?! 

 






















<-- Visitor map -->
Fase Bulan Saat Ini:

Foto Matahari Saat ini:

Foto Matahari Saat ini:

MDI Continum:

Locations of visitors to this page -->

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer

rus