UncategorizedJuly 12, 2012 8:59 am

 

Sejak beberapa bulan yang lalu saya mendapatkan pemberitahuan dari pihak blogsome bahwa server blogsome akan dinon-aktifkan. Oleh karena itu, saya memindahkan blog saya dari blogsome ke wordpress. Pemindahan server berakibat pada perubahan alamat. Alamat blog baru adalah –>http://moonthree.wordpress.com/

Silakan berkunjung ke blog baru. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.. :)

Falak, Catatanku, PengalamanJune 7, 2012 11:31 am

 

Alhamdulillah pada tanggal 6 Juni 2012 saya berkesempatan mengikuti observasi transit Venus. Transit Venus adalah terminologi astronomis bagi sebuah peristiwa dimana Matahari, Venus dan Bumi tepat berada dalam satu garis lurus ditinjau dari semua arah. Transit venus juga sering disebut gerhana venus. Dimana cakram matahari tertutup oleh planet venus. Transit venus hanya dapat disaksikan dengan alat bantu filter. Dengan mata tanpa alat, matahari tampak tidak berbeda dengan hari-hari biasa. Dengan alat bantu, ketika terjadi transit venus, dalam cakram matahari tampak lingkaran hitam, atau teman-teman di sini ketika melihatnya, terucap kata “matahari ber-tompel”.

Transit venus memiliki banyak manfaat bagi manusia. Bagi ilmu pendidikan, transi venus dapat dijadikan sarana mengajarkan kepada siswa tentang alam semesta. Bagi ilmu pengetahuan, banyak sekali manfaat tansit venus. Diantara manfaat itu antara lain, dapat menentukan jarak antara bumi dan matahari, sebagai acuan untuk mencari planet seukuran bumi (ukuran venus hampir sama dengan ukuran bumi), dan manfaat lainnya.

 

Selain manfaat sains, transit venus dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga. Fenomena transit venus berikutnya akan terjadi pada 11 Desember 2117. Mungkin karena sangat langka dan sangat berharga, pihak NASA mengeluarkan sertifikat bagi siapa yang ikut serta dalam pengamatan transit venus ini. Saya pribadi sangat-sangat bersyukur dapat menyaksikan tansit venus. Menyaksikan sebuah fenomena yang baru akan terlihat lagi setelah 105,5 tahun mendatang. Ketika kita membayangkan waktu selama itu, kita sangat yakin bahwa kita tidak akan mampu hidup selama itu. Bahkan saya  berpikir, anak saya pun tidak akan dapat menyaksikan pemandangan ini. Mungkin cucu atau cicit saya baru bisa menyaksikan pemandangan seperti apa yang saya saksikan pada taransit venus 2012. Melihat pola transit venus yang begitu lama, semakin menyadarkan kita bahwa waktu itu berjalan amat singkat dan hidup di dunia ini tidak lah lama.  

 

Foto transit venus, sertifikat, foto saat mengikuti kegiatan transit venus, atau bukti-bukti lainnya dapat dijadikan wasiat sekaligus warisan kepada keturunan kita, sehingga 105,5 tahun mendatang ketika keturunan kita menyaksikan transit venus pada 11 Desember 2117 mereka dapat bercerita bahwa eyang pernah menyaksikan transit venus pada tahun 2012…

Foto Kegiatan

Transit venus tampil di layar LCD 

Transit Venus ditampilkan di layar LCD

 

Peralatan untuk pengamatan transit venus 

Peralatan untuk pengamatan Transit Venus 2012

 

Suasana pengamatan transit venus 

Saya mengambil foto, ust Ar Sugeng mendampingi peserta melakukan pengamatan

 

 

Suasana pengamatan transit venus 2012

 Ust. Ar Sugeng Riyadi melayani wawancara wartawan

Ust. Ar Sugeng Riyadi melayani wawancara wartawan

 

Anak kecil pun ikut menyaksikan transit venus 

Anak kecil pun ikut menyaksikan transit venus

 

 

Bersama menyaksikan transit venus menggunakan kaca mata matahari

 

Teleskop dipasangi CCD dan direlay ke layar LCD

 

 

Berdiskusi dengan pengunjung 

Quran, Catatanku, PengalamanMay 20, 2012 3:00 pm


 

Beberapa tahun yang lalu, sangat jarang kita temui lembaga pendidikan Islam yang menaruh perhatian pada Al quran. Bahkan pondok pesantren pun masih jarang yang mengajarkan Al quran, khususnya mengajarkan cara membaca Al quran dan menghafalnya. Oleh karena itu, pada saat itu orang yang bisa membaca Al quran sesuai qoidah dan orang yang memiliki banyak hafalan Quran jumlahnya masih sedikit. Para guru TPQ mengajar anak didiknya berbekal kemampuan seadanya, sehingga anak didik TPQ pun hanya bisa membaca Al quran seadanya. Pada zaman dahulu Al quran memang belum begitu banyak diperhatikan.

Pada saat ini mulai banyak berdiri lembaga pendidikan berbasis Al quran. Pada saat ini mulai berdiri pondok-pondok yang mensyaratkan alumninya hafal 30 Juz. Ada pula pondok yang mulai mensyaratkan alumninya memiliki hafalan quran meski tidak harus 30 juz seperti mungkin ada yang 3 Juz, 5 Juz, 10 Juz, dan variasi jumlah hafalan hadits. Hal ini mengindikasikan bahwa kesadaran kaum muslimin akan pentingnya hafalan Al quran sudah meningkat. Diharapkan pada masa mendatang sudah banyak kaum muslim yang dapat membaca Al quran dengan baik dan memiliki banyak hafalan Al quran. Ada hal yang perlu diperhatikan, bahwa hafalan Al quran bukanlah merupakan indikator sifat baik seseorang. Belum tentu orang yang memiliki banyak hafalan Al quran dia adalah orang baik, contohnya adalah Snouck Horgonje. Snouck Horgonje adalah seorang missionaris penjajah yang memiliki banyak hafalan Quran dan memiliki banyak ilmu agama.

Dalam menghafal Al quran hendaknya tidak ada tujuan lain kecuali untuk mencari ridho Alloh swt. Jangan sampai orientasi menghafal Al quran karena kepentingan dunia. Peraturan-peraturan dan hadiah yang ada di dunia hendaknya hanya dijadikan sebagai sarana, bukan sebagai tujuan utama. Lagipula, kompetensi hafalan Al quran tidak dapat dicampur dengan kopetensi urusan dunia. Misal di bidang rekasaya. Misalnya ada sebuah proyek perancangan tangki bertekanan tinggi. Di sana ada dua orang. Orang pertama, dia tidak memiliki hafalan quran, namun pandai merancang tangki bertekanan tinggi. Orang kedua, dia memiliki hafalan Quran tapi dia tidak bisa merancang alat tersebut. Tentu orang pertama lah yang akan dipilih vendor untuk merancang. Tidak mungkin vendor memaksakan untuk memilih orang kedua hanya karena dia hafal Quran.

Pada saat ini bidang-bidang umum yang kita geluti seperti bidang rekayasa, kedokteran, sains, ekonomi, dll tidak mensyaratkan kompetensi hafalan Quran. Oleh karena itu, hendaknya kita terus mendalami bidang yang kita geluti dan juga memiliki hafalan Al quran. Ketika kita semakin memahami bidang yang kita geluti, dan semakin banyak memiliki hafalan Al quran, kita akan semakin banyak memahami bahwa ternyata ilmu-ilmu tersebut ada kaitannya dengan Al quran.

Semakin lama mobilitas manusia semakin cepat. Oleh sebab itu nampaknya hafalan quran sudah mulai terasa sebagai kebutuhan primer. Kompetensi di bidang hafalan quran merupakan kompetensi dasar yang hendaknya dimiliki sejak awal. Dengan memiliki hafalan Quran, kita akan lebih mudah membaca Al quran. Ilustrasinya, membaca surat An-naas tentu lebih mudah dari pada membaca surat Az zumar. Ketika kita memiliki hafalan quran, dengan waktu yang sama kita dapat membaca Al quran lebih banyak daripada jika belum menghafalnya, selain itu jika memiliki hafalan quran, kita dapat membaca Al quran di manapun dan kapan pun kita mau.

Setidaknya ada dua kelebihan yang kita dapatkan ketika kita memiliki banyak hafalan Al quran. Pertama, kita dapat tetap membaca Al quran di tengah kesibukan kita, termasuk kesibukan meningkatkan kompetensi di bidang lain dan kesibukan dalam berkiprah di bidang yang kita geluti. Kedua, Kita juga dapat berpartisipasi mengajarkan Al quran dan berdakwah kepada masyarakat.

Oleh karena itu, mari kita terus menambah hafalan Al quran dan kita niatkan semua yang kita lakukan untuk mencari ridho Alloh swt.

Kantor Kesantrian Putra PPMI Assalaam
20 Mei 2012 pukul 21.56 WIB

Catatanku, PengalamanMay 7, 2012 3:52 pm


 

Setiap orang memiliki karakter berbeda. Karakter tersebut terbentuk karena proses kehidupan. Diantara faktor pembentuk karakter adalah lingkungan dan proses pendidikan. Karakter yang terbentuk akan mempengaruhi sikap seseorang. Dalam kehidupan bermasyarakat, sikap merupakan suatu hal yang sangat penting. Sebagian besar orang akan menilai seseorang dari sikapnya. Sikap yang baik sering disebut sebagai norma kesopanan. Memang, di daerah yang berbeda, norma kesopanan akan berbeda pula, sehingga baik bagi kita untuk mempelajari budaya di sebuah daerah.

Bagi masyarakat timur kesopanan merupakan hal yang sangat dijunjung tinggi. Seseorang akan dihargai ketika dia bersikap sopan dengan orang lain. Akhir-akhir ini nampaknya norma kesopanan sudah mulai luntur. Generasi muda sudah tidak terlalu peduli terhadap norma kesopanan. Kesopanan sudah mulai menjadi barang yang langka dan berharga. Kemunduran dalam hal kesopanan ini disebut juga degradasi moral.

Dalam kehidupan terkadang kita menemukan fakta bahwa moral sudah merosot. Saya pernah menghadiri sebuah acara yang mana pada saat itu panitia yang bertugas mendokumentasikan acara (fotografer) berjalan mondar-mandir melewati para tamu dengan tegap. Mengambil fotonya pun dengan berdiri. Hal ini tentu mengganggu peserta yang sedang menyaksikan acara tersebut karena terkadang terhalang oleh fotografer. Suasana acara pun terkesan agak semrawut karena adanya orang berseliweran ke sana-kemari. Menurut seseorang yang telah lama tinggal di Jepang, beliau berkomentar bahwa kalau di Jepang, fotografer sangat jarang berseliweran pada saat acara berlangsung. Kalaupun terpaksa berseliweran, mereka berseliweran dengan merunduk dan tidak mengganggu peserta acara. Acara-acara di Jepang didesain agar sebisa mungkin fotografer tidak tampak, namun di akhir acara terdapat foto acara tersebut. Salah satu tekniknya adalah, fotografer menggunakan lensa tele sehingga dapat mengambil gambar dari jarak jauh.

Meski ada yang bertindak kurang sopan, ada juga pemuda yang masih bersikap sopan. Pernah suatu kali saat saya makan di warung makan di belakang kampus ITB. Waktu itu peralatan makan seperti sendok dan garpu ada di meja kami, mahasiswa tersebut dengan sopan memohon izin untuk mengambil sendok dan garpu. Ketika ingin mengambil dia memohon maaf sebelumnya, permisi kemudian setelah kami persilahkan dia baru mengambil sendok tersebut. Hal tersebut nampaknya sepele dan simple. Namun hal tersebut menunjukkan bahwa dia adalah orang yang sopan dan menghargai orang lain.

Dalam beberapa hal, sopan itu sangat ringan dan mudah seperti menyisipkan kata maaf, permisi, selamat jalan, selamat bertugas, merunduk ketika menyela di depan orang, atau yang lainnya. Meski sangat ringan terkadang berat untuk melaksanakannya. Penyebabnya bisa jadi malas, malu, atau sebab-sebab lainnya sehingga bisa dikatakan bahwa sikap penyebab bertindak kurang sopan itu terlebih dikarenakan tidak adanya kemauan untuk bersikap sopan. Ketika kita bersikap sopan terhadap orang lain, itu berarti kita bersikap sopan terhadap diri kita sendiri karena orang lain juga akan bersikap sopan kepada kita. Marilah kita mulai bersikap sopan dari diri sendiri dan dari hal-hal yang ringan. Sebenarnya tidak ada alasan bagi kita sebagai umat Islam untuk tidak berprilaku sopan karena Islam telah contoh  tentang sopan santun, seperti dalam hal berbicara, adab dalam majlis, adab berpakaian, dan yang lainnya.

Catatanku, PengalamanApril 20, 2012 4:04 am

 

Beberapa tahun yang lalu, pada saat saya masih menjadi santri saya memiliki wali asrama yang sangat baik. Beliau banyak sekali membantu santri di asrama kami. Suasana asrama kami pun menjadi sangat bersahabat. Ketika ada santri yang sakit, beliau segera mengajak santri bersangkutan untuk berobat, ketika ada santri yang membutuhkan sesuatu di luar pondok, misalnya tiket pada saat perpulangan, beliau juga bersedia membantu santri membelikan tiket, bahkan saya pernah melihat beliau mengepel asrama kami ketika kami sekolah.

Saya tinggal satu asrama dengan beliau selama hampir tiga tahun. Tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar, sehingga kebersamaan saya dengan beliau menjadikan saya merasa dekat dengan beliau. Pada saat saya berada di akhir kelas lima (XI MA), itulah saat-saat terakhir saya bersama beliau berdua. Salah satu dari wali asrama saya mengundurkan diri dan pindah ke Jakarta karena beliau sudah selesai kuliah di Solo dan diterima di sebuah instansi yang cukup elite di Jakarta. Tak lama kemudian wali asrama saya berikutnya juga menyusul ke Jakarta untuk melanjutkan studi. Tentu, saya dan santri asrama merasa sedih karena ditinggal oleh kedua wali asrama kami.

Merupakan hal yang wajar ketika seseorang pergi dari kehidupan kita. Kita semua pasti pernah merasakan kesedihan karena perginya orang yang telah banyak berbuat baik kepada kita. Rasanya sangat berat berpisah dengan mereka. Namun kita tidak bisa menahan mereka pergi dari kehidupan kita karena kita tau bahwa mereka pergi demi sebuah kebaikan. Terkadang berhenti pada suatu titik kenyamanan menjadikan seseorang tidak dapat berkembang, dan tidak dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki. Oleh karena itu terkadang kita perlu berpindah dari suatu kenyamanan menuju suatu tantangan baru. Contohnya adalah ketika kita masih duduk di bangku sekolah menengah, kita merasa nyaman menjadi seorang siswa sekolah menengah. Kita memiliki banyak teman untuk bermain dan berkumpul, mengurus organisasi bersama teman-teman, dan beban pelajaran tidak terlalu banyak. Semakin lama, kita merasa semakin nyaman duduk di bangku sekolah menengah. Namun jika terus berlama-lama di sekolah menengah dan tidak mencari tantangan baru, misalnya melanjutkan ke bangku kuliah, maka kita akan sulit berkembang.

Mungkin pada saat ini kita merasa selalu ditinggal, namun pada suatu saat nanti kita akan merasakan juga bagaimana rasanya meninggalkan seseorang yang cukup dekat dengan kita. Meninggalkan orang yang cukup dekat dengan kita memang terasa berat. Namun itulah yang sebaiknya kita lakukan demi kebaikan kita dan juga orang dekat kita tersebut. Lagi pula, kesedihan karena berpisah tersebut hanya berlangsung sementara. Insya Alloh di lain waktu dan lain kondisi semoga kita dapat bertemu kembali dengan orang dekat kita yang dulu sempat kita tinggal dalam keadaan yang lebih baik.

Observatorium PPMI Assalaam

Kamis, 19 April 2012, pukul 2230 WIB.

QuranApril 6, 2012 6:50 am


 

Seluruh umat islam mengakui bahwa Al quran merupakan kitab sucinya. Sebagian besar ummat islam sangat menghormati Al quran. Dari cara membawanya, cara meletakkannya, dan cara membacanya dapat dilihat bahwa ummat islam sangat menghormati al quran. Ketika ada issue bahwa Al quran akan dibakar, ummat islam berbondong-bondong menunjukkan aksi protesnya.

Al quran adalah firman Alloh yang diturunkan kepada Muhammad saw, yang pembacaannya menjadi suatu ibadah. Membaca Al quran merupakan suatu ibadah. Inilah yang membedakan Al quran dengan hadits qudsi. Membaca al-Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, kemudian diteruskan dengan tadabbur, yaitu dengan merenungkan dan memahami maknanya sesuai petunjuk salafus shalih, lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian dilanjutkan dengan mengajarkannya.

Sebagai seorang muslim jangan sampai kita bosan berinteraksi dengan Al quran. Jangan sampai kita merasa bahwa waktu yang kita luangkan untuk membaca al quran hilang sia-sia. Sebagian  orang merasa sangat berat meluangkan waktu untuk membaca Al quran. Kesibukan sehari-hari membuat sebagian orang melupakan waktu untuk membaca Al quran. Contohnya, kesibukan kuliah dimana kita harus masuk pukul setengah enam pagi untuk pretest, misalnya, membuat waktu kita tidak sempat atau merasa berat untuk membaca Al quran pada ba’da shubuh karena kita takut terlambat datang sehingga kita mendapatkan konsekuensi yang tidak enak seperti di-inhal atau disuruh me-resume jurnal seabreg.

Mari kita renungkan bersama, bahwa tujuan hidup di dunia ini adalah untuk mencari bekal untuk kehidupan di akhirat. Kita hidup di didunia ini untuk mencari ridho Alloh swt. Jangan sampai kita merasa enggan meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan Al quran. Coba kita review kembali waktu yang kita habiskan untuk kuliah, asistensi, pretest, ngelab, organisasi, dan kegiatan2 lainnya dengan waktu untuk berinteraksi dengan Al quran. Adakah dalam sehari waktu barang 10-60 menit untuk membaca Al quran?

 Membaca Al quran merupakan salah satu bentuk berdzikir kepada Alloh swt. Berdzikir kepada Alloh swt dapat menentramkan jiwa.

 الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (٢٨)

 (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.(Ar ra’du:28)

Barangkali kita merasa jenuh dalam kehidupan ini, merasa jenuh dalam menjalani kehidupan sehari-hari dikarenakan kita terlalu sibuk dalam urusan dunia sehingga kita terlupakan dalam urusan Akhirat.  

Selain membaca Al quran, kita sebagai seorang muslim juga dianjurkan untuk menghafalnya. Menghafal Al quran telah dicontohakan oleh para sahabat. Menghafal Al quran dan menjaga hafalan merupakan salah satu bentuk bukti kecintaan kita kepada Al quran. Dengan memiliki hafalan Al quran kita akan terasa selalu dekat dengan Al quran. Menghafal Al quran juga merupakan salah satu bentuk keutamaan yaitu menjaga keaslian al quran.

Menghafal Al quran itu bisa diibaratkan seperti berinvestasi. Ketika menghafal Al quran, kita melakukan investasi waktu. Kita meluangkan sebagian waktu kita di masa sekarang untuk menghafal Al quran dan insya Alloh dikemudian hari akan memanen hasilnya. Dalam jumlah waktu yang sama, membaca Al quran memang bisa mendapatkan lebih banyak ayat daripada menghafalnya. Namun dengan menghafalnya, kita bisa membacanya kapan pun dan dimanapun kita menginginkannya. Alangkah baiknya ketika sekarang ini, saat kita masih mudah meluangkan waktu untuk menghafal Al quran, kita gunakan waktu tersebut denagn sebaik-baiknya untuk menghafal Al quran sehingga ketika kita memiliki semakin banyak urusan dan kepentingan yang harus diselesaikan kita dapat tetap membaca al quran.

Beberapa waktu yang lalu, di PPMI Assalaam diselenggarahan Musabaqoh Hifdzil Quran (Lomba Hafalan Al Quran). Ada satu hal menarik dari kegiatan tersebut. Pada cabang lomba 15 juz, juara satunya adalah anak-anak. Dia mengalahkan peserta lainnya yang rata-rata sudah sekolah di tingkat SMA atau bahkan kuliah. Tidak ada kata terlambat dalam menghafal Al quran. Selama kita memiliki azzam yang kuat untuk menghafal, insya Alloh kita tetap bisa  menghafal Al quran.

Menghafal al quran membutuhkan proses. Dalam menghafal quran kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita memerlukan rekan untuk menghafal quran. Hafalan quran yang telah dimiliki hendaknya disimakkan ke orang lain untuk menjaga keshohihan dan untuk saling menyemangati. Proses belajar mengajar quran ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasululloh saw bersabda:

خيركم من تعلم العلم وعلمه/البخاري


Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarkannya (HR. Bukhori).


Menghafal quran memerlukan kesabaran dan keistiqomahan. Banyak orang yang memiliki semangat menghafal quran, namun sayang sekali, sedikit diantara mereka yang tetap semangat hingga target hafalan quran selesai. Alangkah sayangnya jika kita kehilangan semangat untuk menghafal quran. Mengapa semangat menghafal quran jauh lebih rendah daripada semangat mencari dunia. Ketika kita melihat orang memiliki harta banyak, tentu kita merasa ingin memiliki harta banyak seperti itu. Secara fitrah kita memiliki rasa iri dalam hal harta. Namun berapa banyak orang yang memiliki rasa iri dalam hal bacaan quran. Padahal iri dalam hal quran merupakan salah satu bentuk iri yang diperbolehkan dalam islam. Rasululloh saw bersabda:

لا حسد إلا في اثنين: رجلُ آتاهُ الله القُرآن. فهو يقومُ به آناء الليل وآناء النهارِ ورجلٌ آتاه الله مالاً، فهو ينفقهُ آناء الليل وآناء النهارِ/متفق عليه

Tidak boleh ghibthah (menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain) kecuali dalam dua hal: (pertama) orang yang diberikan Allah SWT keahlian tentang al-Qur`an, maka dia melaksanakannya (membaca dan mengamalkannya) malam dan siang hari. Dan seorang yang diberi oleh Allah SWT kekayaan harta, maka ia infakkan sepanjang hari dan malam."Muttafaqun alaih.

Hendaknya kita berlomba-lomba dalam membaca dan menghafal al quran karena terdapat banyak sekali keutamaan membaca dan meghafal Al quran, diantaranya adalah:


وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (١٧)


dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?(Al qomar: 17)


Ibnu Abbas RA berkata: ‘Kalau bukan karena kemudahan yang diberikan Allah SWT kepada manusia niscaya tidak ada seorang pun yang bisa membaca Kalamullah. Dan di antara kemudahannya adalah mudah dibaca dan menghapalnya.

الماهر بالقرآن مع السفرة الكرام البررة والذي يقرأ القرآن ويتتعتع فيه وهو عليه شاق له أجران


Orang yang membaca al-Qur’an dan ia mahir dalam membacanya maka ia dikumpulkan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca al-Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala." Muttafaqun ‘alaih.


مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ


Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur`an maka untuknya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan ‘alif laam miim’ satu huruf, akan tetapi alif adalah satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf." HR. At-Tirmidzi


اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ


"Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membacanya, mempelajari dan mengamalkannya)." HR. Muslim

Dalam proses menghafal, tentu ada juga proses menjaga hafalan, karena jika hafalan quran tidak dijaga, maka ia akan hilang.


إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ


“Sesungguhnya orang yang menghafalkan Al Qur’an adalah bagaikan unta yang diikat. Jika diikat, unta itu tidak akan lari. Dan apabila dibiarkan tanpa diikat, maka dia akan pergi.” (HR. Bukhari no. 5031 dan Muslim no. 789).


وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ فَقَرَأَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ذَكَرَهُ وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ نَسِيَهُ


“Apabila orang yang menghafal Al Qur’an membacanya di waktu malam dan siang hari, dia akan mengingatnya. Namun jika dia tidak melakukan demikian, maka dia akan lupa.” (HR. Muslim no. 789)

Catatanku, PengalamanMarch 8, 2012 4:38 am

 

Seiring dengan berjalannya waktu, tugas, amanah, dan pekerjaan yang harus kita tunaikan semakin banyak. Ketika kita mengingat-ingat masa lalu, betapa nikmatnya masa-masa ketika kita masih kecil. Tidak banyak amanah, tidak banyak masalah, tidak banyak tugas, dan yang lainnya. Namun hidup ini merupakan sebuah proses. Segala sesuatu ada masanya. Masa kanak-kanak, masa dewasa, masa tua. Mau tidak mau kita harus menjalani proses kehidupan ini.

Saat menjalani proses kehidupan, terkadang kita dihadapkan oleh sesuatu yang mana seakan-akan kita tidak dapat melaksanakannya. Atau, dihadapkan oleh masalah yang seakan-akan kita tidak dapat menyelesaikannya. Terkadang pula, ketika kita sudah merencanakan sesuatu, karena suatu hal, apa yang telah kita rencanakan tersebut berubah. Baik itu hanya berubah sebagian, atau bahkan batal sama sekali. Hambatan-hambatan terkadang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, cukup familiar di telinga kita slogan, “manusia hanya bisa merencakan, Dia lah yang menentukan.”

Kehidupan bagaikan roda, kehidupan selalu berputar. Kita tidak akan selalu berada dalam kesenangan dan kemudahan. Terkadang kita harus merasakan kesedihan dan kesulitan. Contohnya, ketika kita memiliki amanah untuk mengajar, hampi mustahil selama kita mengajar, kegiatan mengajar kita selalu lancar dan baik-baik saja. Terkadang kita diuji dengan sakit, sehingga kita tidak bisa mengajar atau meskipun tetap mengajar, kita tidak bisa maksimal dalam mengajar. Nah, karena mengajar itu merupakan suatu amanah, tentu sebaiknya amanah tersebut bisa kita tunaikan dengan sebaik-baiknya. Bagaimana cara kita agar kita dapat menunaikan amanah tersebut dengan baik meski dalam kondisi sakit. Entah dengan cara mengganti metode pembelajarannya sehingga meskipun kita sakit, proses mengajar tetap berjalan dengan baik, atau menggantinya di lain waktu.

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita harus bertawakkal kepada Alloh swt. Apapun yang kita lakukan di dunia ini harus diniatkan karena Alloh swt. Jika segala sesuatu di dunia ini kita niatkan karena Alloh swt, maka Alloh swt tidak akan menyia-nyiakannya. Betapa berat tugas kita, atau permasalahan yang kita hadapi, hendaknya kita selalu bertawakkal kepada Alloh swt. Janganlah kita mudah berputus asa. Alloh swt telah memberikan contoh dalam kisah Maryam, ibunda Isa as. Ketika itu Maryam baru saja melahirkan, dan berada di bawah pohon kurma. Untuk memuhi gizi pasca melahirkan, Maryam memerlukan asupan makanan, yaitu kurma. Secara logika, sangat mustahil seseorang setelah melahirkan dapat menggugurkan kurma dari pohonnya. Pohon kurma itu mirip pohon kelapa. Pohon kurma itu sangat sulit untu digoyangkan, bahkan dengan lima orang kali-laki pun. Namun Alloh swt tetap memerintahkan Maryam untuk memggugurkan kurma tersebut sebagai bentuk usaha. Dalam Al Quran Alloh swt berfirman:

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا ٢٥

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu (Maryam, 25).

Alloh swt tidak menyia-nyiakan usaha Maryam. Alloh swt membuat Maryam mampu menggugurkan buah kurma meskipun kondisinnya sangat lemah. Kisah Maryam tersebut merupakan contoh bahwa Alloh swt tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya. Dosen saya juga pernah berpesan, untuk mencapai suatu tujuan ada satu hal yang harus selalu dilaksanakan, yaitu: STOP COMPLAINING. Jangan mengeluh. Apapun keadaannya, terus lah maju, dan jangan mengeluh.

So, demi menggapai tujuan kita, mari kita terus maju, selalu bertawakkal kepada Alloh swt, dan jangan mengeluh. Kita tidak boleh lupa terhadap Alloh swt. Apapun yang kita lakukan kita niatkan karena Alloh swt.

Catatanku, Teknik Kimia dan EnergiFebruary 14, 2012 2:37 pm

 

Afrika Selatan memiliki penduduk dengan berbagai macam perbedaan. Perbedaan yang paling mencolok adalah perbedaan ras, dan itu identik dengan perbedaan warna kulit. Sebelum tahun 1960an, penduduk kulit putih merasa memiliki derajat yang lebih tinggi daripada penduduk kulit hitam. Pada saat yang sama, penduduk kulit putih berkuasa di Afrika Selatan. Kombinasi antara perasaan lebih mulia dan kekuasaan yang dimiliki, membuat penduduk kulit putih mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang membatasi ruang gerak penduduk kulit hitam. Politik yang dipraktekkan di Afrika Selatan ini sering dikenal dengan politik apartheid.

Politik apartheid resmi berlaku pada tahun 1948. Berlakunya politik ini membuat dominasi penduduk kulit putih di Afrika Selatan menjadi semakin hebat dan penduduk kulit hitam menjadi semakin tersingkir. Penduduk kulit hitam merasa tidak adil dengan kebijakan ini, sehingga terjadi demonstrasi menentang politik apartheid oleh penduduk kulit hitam. Pada tahun 1960, terjadi pembunuhan massal terhadap para demonstran kulit hitam di Johannesburg. Sejak itu, gerakan menenetang apartheid mendapat dukungan luas secara internasional. Pada 6 November 1962, Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi anti apartheid di Afrika Selatan dan mengajak seluruh anggotanya untuk menghentikan hubungan ekonomi dan militer dengan Afrika Selatan yang waktu itu masih tetap bersikeras menjalankan politik apartheidnya.

Embargo yang dilakukan PBB berimbas pada suplai minyak mentah ke Afrika Selatan. Sejak dikeluarkannya resolusi PBB tersebut suplai minyak mentah ke Afrika Selatan berhenti. Karena suplai minyak terhenti, pemerintah Afrika Selatan memikirkan alternatif lain untuk tetap memenuhi kebutuhan energi dalam negeri tanpa bantuan negara luar. Afrika Selatan memang tidak memiliki minyak mentah, namun Afrika Selatan memiliki batu bara sehingga Afrika Selatan terus mengembangkan teknologi pembuatan BBM dari batu bara. Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya Afrika Selatan dapat membuat BBM dari batu bara, dan membangun industri pembuat BBM dari batu bara, sehingga Afrika Selatan tidak lagi bergantung dengan BBM dari luar negri. Perusahaan penghasil BBM dari batu bara dari Afrika Selatan bernama Sasol.

Pada tahun 1990an politik apartheid berakhir. Embargo pun juga  berakhir. Tidak ada lagi diskriminasi ras di Afrika Selatan, tidak ada lagi krisis minyak mentah. Dari sisi energi, efek dari embargo tersebut tetap terasa hingga saat ini. Karena embargo minyak, Afrika Selatan (dengan terpaksa) dapat membuat BBM dari batu bara. Oleh karena itu, di saat negara-negara lain berpusing ria karena harga minyak bumi semakin meningkat, Afrika Selatan tetap tenang-tenang saja. Afrika Selatan tidak begitu terpengaruh dengan harga minyak bumi yang semakin tinggi.

Di sisi lain, pada saat ini cadangan minyak dunia semakin menipis. Dunia mulai mencari alternatif energi lain, dan salah satu energi alternatif tersebut adalah batu bara. Dunia mulai mengembangkan teknologi pengolahan batu bara. Salah satu referensi teknologi pengolahan batu bara dunia adalah Afrika Selatan. Sudah bukan hal yang aneh jika Afrika Selatan sekarang menjadi referensi dalam hal batu bara karena sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu Afrika Selatan telah mengembangkan teknologi ini karena embargo minyak bumi dari dunia luar. Pada saat ini dunia luar balik menjadikan Afrika Selatan sebagai referensi dunia dalam hal konversi batu bara di saat cadangan minyak bumi  semakin menipis.

Sejarah tersebut dapat kita pahami bahwa pada setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Afrika selatan melalui masa-masa krisisnya selama berpuluh-puluh tahun. Pada saat itu masyarakat Afrika Selatan tidak tahu kapan konflik apartheid ini akan berakhir, bahkan seakan-akan konflik ini tidak akan berakhir. Namun masyarakat Afrika Selatan terus berusaha, dan akhirnya masalah tersebut terselesaikan. Bukan hanya masalah apartheid yang terselesaikan, namun ada efek baik lainnya, yaitu berkembangnya teknologi konversi batubara di Afrika Selatan.

Mungkin kita pernah menjalani masa-masa seperti apa yang dialami oleh Afrika Selatan. Dunia ini tidak akan terlepas dari masalah. Masalah itu bagaikan bayangan, kemanapun kita pergi ia selalu mengikuti kita. Kita baru akan terlepas dari masalah ketika kita sudah mati, dan masuk dalam surga. Terkadang kita mendapatkan permasalahan yang mana kita sendiri merasa seakan-akan masalah tersebut tidak akan terselesaikan, bahkan seakan-akan masalah tersebut tidak akan selesai. Di saat genting seperti itu, janganlah kita berpikir negatif terhadap Alloh swt. Marilah kita terus berusaha, dan kita ingat bahwa Alloh swt tidak akan menguji hamba-Nya di luar kemampuannya.

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Al Baqoroh:286)

Selain itu, Alloh swt juga telah menjanjikan bahwa setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan,

 

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥)إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.(Al Insyiroh:5-6)

 

Saat buah zaitun diperas, ia akan menghasilkan minyak zaitun murni..

Saat buah-buahan diperas, ia akan menghasilkan jus buah lezat

Dan mawar-mawar akan memberikan wangi yang sedap saat mereka diperas

Jadi ketika kau merasa hidupmu penuh keraguan dan jiwamu tertekan, jangan bersedih dan putus asa, bisa jadi Alloh sedang mengeluarkan hal terbaik yang ada dalam dirimu…(Maher Zain)

Catatanku, PengalamanFebruary 6, 2012 8:22 pm

Hidup di dunia penuh perjuangan. Dari kita lahir hingga mati kita akan terus berjuang. Berjuang untuk kehidupan di dunia dan di akhirat. Kita tidak bisa hidup santai di dunia ini. Sangat disayangkan jika kehidupan di dunia yang sementara ini kita gunakan untuk hal yang sia-sia, dan tidak memberikan manfaat untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Sebagian besar dari kita tentu memiliki tujuan. Sebagai seorang muslim kita tentu tujuan utama kita adalah mendapatkan ridho Alloh swt sehingga kita menjadi penghuni surga. Sebagai muslim dan juga kholifah di dunia ini, tentu kita juga memiliki tujuan-tujuan duniawi. Sebagai seorang muslim kita juga diperintahkan untuk memperhatikan kehidupan dunia. Alloh swt berfirman:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Al Qoshosh:77).

Sebagai seorang muslim, kita dilarang berbuat berlebih-lebihan, termasuk dalam hal mencapai tujuan dunia. Alloh swt memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang lain dan kita tidak boleh merusak bumi. Meski demikian, hendaknya kita tidak terlena dengan kehidupan dunia. Kehidupan dunia hanyalah perantara untuk mendapatkan tujuan di akhirat.

Setiap manusia tentu memiliki keinginan dan tujuan. Hal tersebut tidak dapat kita peroleh dengan bersantai. Semakin besar keinginan kita, tentu semakin berat pula usaha yang perlu kita lakukan. Namun terkadang meski kita sudah berusaha dengan maksimal, kita belum juga mendapatkan apa yang kita inginkan tersebut. Kita tentu akan kecewa ketika kita sudah berusaha dengan sangat maksimal, kita sudah mengorbankan banyak hal, dan memperisapkan segalanya, namun apa yang kita tuju tak kunjung kita capai, rencana yang sudah kita susun dan persiapkan dengan matang gagal dan batal terlebih penyebab kegagalannya adalah hal yang menurut kita sangat sepele. Kita merasa apa yang telah kita usahakan itu sia-sia.  

Rasa kecewa karena gagal itu wajar dan sudah menjadi sifat dasar manusia. Namun alangkah baiknya jika kita tidak kecewa secara berlebihan. Jika kita melakukan segala sesuatu karena Alloh swt, kita tidak perlu kecewa secara mendalam. Apa yang telah kita usahakan dan kita korbankan itu tidaklah sia-sia. Alloh swt tidak hanya melihat hasil dari usaha kita, namun Alloh swt juga menilai usaha kita.

Jika kita merasa kecewa berat dan merasa apa yang telah kita usahakan itu sia-sia, cobalah kita bercermin kepada perjuangan nabi Nuh as dalam berdakwah kepada kaumnya. Selama 950 tahun beliau berdakwah dan hanya sedikit dari kaumnya yang beriman. Meskipun demikian Alloh swt tidak menganggap nabi Nuh as gagal dalam berdakwah, Alloh swt tetap menghibur nabi Nuh as agar jangan bersedih hati.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, Maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim (Al Ankabut:14).

وَأُوحِيَ إِلَى نُوحٍ أَنَّهُ لَنْ يُؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ إِلا مَنْ قَدْ آمَنَ فَلا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan (Hud:36).

Usaha dan pengorbanan nabi Nuh as tentu jauh lebih besar daripada apa yang kita usahakan dan kita korbankan demi tujuan kita. Oleh karena itu sangat tidak etis kalau kita masih terus kecewa dan mengaanggap apa yang kita korbankan itu sia-sia.

Hal yang penting bagi kita adalah berusaha dengan maksimal. Masalah hasil, itu adalah urusan Alloh swt.  Alloh swt pasti memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya.

PPMI Assalaam,
Selasa, 7 Februari 2012 03:15 WIB

Catatanku, PengalamanJanuary 11, 2012 7:29 pm


Kehidupan jalanan memang penuh dengan pelajaran. Ketika saya bepergian terkadang saya melihat beberapa penjual makanan di tepi jalan. Bagi saya penjual makan di tepi jalan adalah hal biasa. Namun akhir-akhir ini saya melihat sesuatu yang luar biasa. Beberapa kali saya melihat penjual makanan tersebut adalah remaja belia. Saya taksir umurnya sekitar 15-18 tahunan, yah kalau mereka sekolah kira-kira mereka duduk di bangku kelas IX atau kelas X. Dan penjual makanan belia tersebut bukan hanya di satu tempat, namun di beberapa tempat yang berbeda. Ada yang jualan batagor, jualan kue goreng, atau makanan lainnya. Bayangkan pemuda belia mendorong gerobak batagor dan melayani penjual. Nampak postur tubuhnya tidak sepadan dengan gerobaknnya. Saya sangat kagum dengan mereka. Mereka masih muda dan memiliki daya juang tinggi. Mereka memiliki semangat untuk mencari rizki dengan cara yang baik dan halal. Saya sangat mengapresiasi mereka. Saya bangga dengan mereka. Mereka berbeda dengan sebagian remaja saat ini yang menghabiskan waktu mudanya untuk hal yang kurang bermanfaat.

Sangat disayangkan, sebagian dari pemuda yang dikaruniai kelapangan rizki tidak menggunakannya dengan maksimal, malah bahkan bisa dikatakan menyalah-gunakannya. Banyak indikasi menunjukkan mereka kurang maksimal memanfaaatkan karunia ini, diantaranya semangat belajar kurang, tidak mau bersusah payah, mudah mengadu ketika menemui hal yang tidak sesuai dengan harapan, dan lain-lain. Mungkin karena fasilitas kehidupan terpenuhi, mereka mengganggap bahwa hidup ini mudah, tidak perlu perjuangan, karena semua sudah biasa tersedia didepan mata.

Pada saat ini sudah bukan pemandangan aneh lagi ketika kita melihat anak-anak sekolah merokok. Saya heran, sudah jelas bahwa rokok itu berbahaya bagi tubuh. Tapi mengapa mereka yang notabene orang berpendidikan (karena bersekolah) tetap tidak memahami bahaya rokok. Selain itu untuk membeli rokok tentu membutuhkan uang. Padahal mereka belum tentu bisa mencari uang, sehingga uang untuk membeli rokok tersebut adalah uang pemberian orang tua, bukan uang yang mereka hasilkan dari keringat mereka sendiri. Terlepas itu uang hasil keringa mereka atau pemberian orang tua, merokok merupakan pemborosan yang luar biasa. Apalagi bagi perokok berat. Bukankah lebih baik jika pengeluaran untuk rokok dialihkan untuk pengeluaran yang lainnya yang lebih bermanfaat.

Fakta lain, sudah menjadi pemandangan umum di sekolah dan kampus, pelajar dan mahasiswa saling berlomba berganti-gantian berburu merk dan keluaran terbaru Ponsel dan Tablet. Mereka saling melirik dan meniru apa yang tergenggam di tangan masing - masing, meskipun kebanyakan diantaranya belum berpenghasilan dan hanya mengandalkan keuangan orang tuanya. BlackBerry Bellagio, Samsung Galaxy S II, IPad 2, HTC Radar, Nexian Tap, IPhone 4S, Nokia Asha 303, Motorola Razr menjadi pembicaraan hebat mereka.

Saya sangat prihatin dengan gaya hidup sebagian remaja sekarang ini. Pergaulan mereka seperti tidak terkontrol. Pacaran sudah menjadi hal yang lumrah. Menghabiskan waktu di mall, berkumpul di food court atau tongkrongan lain bersama kelompok mereka dengan membawa “pasangan” mereka. Saya sangat tidak suka dengan pemandangan seperti itu. Enak saja mereka bersenang-senang, padahal uang yang mereka gunakan untuk bersenang-senang adalah uang pemberian orang tua, bukan uang dari penghasilan mereka sendiri.

Remaja yang menyalahgunakan amanah tersebut seharusnya malu. Mereka belum mampu apa-apa tapi sudah berlagak sok. Mereka belum dapat menghasilkan uang sendiri, namun mereka berlagak berduit. Menurut saya mereka lebih rendah derajatnya daripada pemuda penjual makanan. Pemuda penjual makanan tersebut sudah dapat mencari nafkan meskipun mungkin pas-pasan. Sedangkan mereka, mereka belum bisa apa-apa namun berlagak sok.

Alhamdulillah sebagian dari kita dikaruniai oleh Alloh swt kelapangan rizki lewat orang tua kita. Dengan kelapangan rizki tersebut kita dapat menuntut ilmu dengan maksimal.Kita dapat menikmati bangku sekolah. Seharusnya kita mensyukuri karunia Alloh swt tersebut. Salah satu cara mensyukuri karunia tersebut adalah memanfaatkan karunia tersebut dengan sebaik-baiknya. Berusaha semaksimal mungkin mengembangkan diri di saat back up dari orang tua masih tersedia.

Seharusnya kita merasa malu jika tidak memberikan yang terbaik bagi orang tua kita. Beliau lah yang selalu mendukung kita. Kita dapat dikatakan sebagai orang yang tidak amanah jika orang tua kita telah mengamanahi kita untuk belajar dan menyediakan segala fasilitas untuk belajar namun kita tidak menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu marilah kita syukuri karunia Alloh swt ini, salah satu caranya adalah menjalankan amanah orang tua untuk belajar dengan sebaik-baiknya sehinga kita dapat mengisi hidup ini dengan hal-hal baik yang dapat berguna bagi kehidupan di dunia dan akhirat.