Islamic Blog

June 10, 2009

Mendaki Gunung Slamet

Filed under: Uncategorized


Tanggal 27 Mei 2006 merupakan tanggal yang tidak terlupakan. Hari itu adalah hari pertama saya liburan, yakni liburan sebagai santri kelas 3 MTs. Sebagai santri kelas tiga MTs merupakan pengalaman yang sangat hebat. Inilah pertama kali kami merasa bebas dari peraturan pondok dan OP, karena liburan kelas 3 MTs lebih awal dari santri yang lain. Pada saat seluruh santri memasukkan pakaiannya ketika keluar kamar, kami tidak memasukkan pakaian. Ketika semua santri harus bersilat lidah dengan ustadz untuk mendapatkan izin keluar komplek, kami dengan mudah melewati gerbang tanpa hambatan. Itu hanyalah segelintir kenangan semasa akhir kelas 3 Mts. Masih ada kenangan lain selain itu, yakni mendaki gunung slamet.

Beberapa hari sebelum liburan kelas 3 MTs, aku diajak beberapa temanku untuk mendaki gunung slamet. Aku bingung ikut atau tidak. Karena menurut berita yang aku dengar, gunung slamet memiliki cerita mistik, selain itu guning slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa tengah.

Pagi hari tanggal 27 mei 2006. Aku sedang berada di asrama Kapatra 2  bercanda dengan teman-temanku, karena barangkali ini adalah kumpul-kumpul terakhir sebelum pulang ke rumah masing-masing. Sebagian dari kami masih belum tahu apakan ingin melanjutkan studi kami di Assalaam, atau keluar.  Setelah ngobrol aku pulang ke rumah. Setelah menyelesaikan keperluan di rumah, aku pun ke asrama. Di tengah perjalanan dari rumah menuju asrama serasa ada yang ganjil. Bumi serasa bergoyang, rumah-rumah ustadz dan rayon satu seperti ada yang menggoyangkan, begitu pula puhon-pohon. Aku tetap berjalan meskipun serasa seperti diombang-ambing. Gempa berlangsung cukup lama, sekitar satu menit. Setelah sampai di asrama aku langsung menuju ke lantai tiga. Disana tampak gunung merapi mengeluarkan asap putih. Setelah dari asrama aku jalan-jalan muter-muter pondok ngaa’ ada tujuan. Melewati kantor kesantrian rayon 1, aku  melihat banyak santri yang menyaksikan TV di kantor. Ternyata gempa yang barusan bukan lindu (gempa karena aktivitas gunung), tapi gempa yang berasal dari laut selatan. Dari kantor kesantrian aku jalan-jalan lagi tanpa arah. Di tengah jalan aku berpapasan dengan temanku dan diajak lagi tuk mendaki gunung. Tawaran naik gunung yang kedua ini aku pikir-pikir lagi. Akhirnya setelah minta izin sama ortu, aku positif berangkat.

Setelah mendapatkan green lamp dari ortu aku langsung menyiapkan peralatan naik gunung. Karena mendadak, waktu persiapannya sangat mepet sehigga aku membawa peralatan seadanya. Aku hanya membawa peralatan wajib, yakni jaket, dan sleeping bag. Aku juga membawa kaos ganti. Karena mepet aku tidak sempat untuk membawa makanan. Setelah siap, aku langsung menuju ke kapatra 1. Disana ust. Maulud dan beberapa teman telah menunggu. Setelah semuanya berkumpul aku dan teman-temanku berangkat ke stasiun Jebres. Sesampainya di stasiun, kami melihat banyak sekali pelajar yang bermain-main di stasiun. Mereka bermain bola di antara rel satu dengan rel yang lainnya. Ada juga yang bermain di rerumputan stasiun. Di salah satu jalur rel terdapat kereta yang cukup panjang berhenti. Setelah mencaritahu ternyata pelajar-pelajar tersebut ingin berlibur ke Jogja. Akan tetapi karena tadi pagi ada gempa, jalur wisata ke Jogja ditutup. Ada kabar bahwa rel kereta ada yang rusak. Mendengar berita itu aku dan teman-temanku sempat gelisah. Kami takut kalau kereta yang menuju Purwokerto dibatalkan. Akan tetapi, kegelisahan kami sirna ketika ust. Maulud telah bertanya kepada pihak stasiun dan mengabarkan bahwa kereta yang menuju purwokerto tetap akan diberangkatkan. Karena kedatangan kereta masih lama, kami menjama’ dhuhur dan ashar di musholla stasiun. Setelah sholat kami keluar stasuin untuk mencari warung tuk makan siang. Setelah makan siang kami menunggu di stasiuh hingga kereta datang. Akhirnya kereta yang kita tunggu-tunggu pun datang. Kereta itu bernama kereta logawa. Kereta datang dari arah timur, dan sudah mengangkut penumpang. Kami agak kesulitan mencari tempat duduk untuk kami bertujuh. Setelah mencari-cari akhrnya kami mendapatkan tempat duduk yang cukup tuk kita bertujuh.

 

Suasana di Kereta Logawa 

 

Kereta berjalan dengan lambat. Sesekali kereta berhenti. Kami pikir itu masih wajar karena masih di wilayah solo dan belum melewati stasiun balapan. Setelah melwati stasiun balapan, kereta berjalan dengan kecepatan normal. Sesampainya di tengah sawah, kereta melambat dan akhirnya berhenti. Setelah beberapa menit kereta berjalan lagi. Selang beberapa menit kereta berhenti lagi. Kereta berjalan seperti itu karena ada beberapa bagian rel yang rusak, sehingga pemakaian rel di gilir antara kereta satu dengan yang lainnya. Pemandangan selama naik kereta sangat memilukan. Gempa tadi pagi yang kami kira gempa biasa ternyata menimbulkan kerugian yang cukup banyak. Selama perjalanan di kanan-kiri tampak rumah-rumah rubuh. Ada satu kampung yang bangunannya rubuh semua, yang tersisa tinggal puing-puing. Ada juga stasiun yang hancur total, sehingga waktu kereta berhenti, tidak tampak kalau reruntuhan itu adalah stasiun. Langit mulai memerah, semakin masuk wilayah jogja, pemandangan tampak semakin memilukan. Tampak di kanan-kiri jalur kereta Kereta masyarakat membuat tenda pengungsian dengan terpal. Terpal diikatkan pada pepohonan. Para warga berkumpul-kumpul dibawah terpal. Ada juga truk yang disulap menjadi rumah. Bagian  atas bak truk di tutupi terpal.Meskipun ada beberapa bangunan rumah yang tidak roboh, mereka masih khawatir kalau tiba-tiba gempa melanda lagi. Ketika kereta berhenti ada sebagian penumpang yang menyempatkan diri untuk turun dan mengambil gambar. Ada yang menggunakan tustel biasa, kamere digital, bahkan HP pun digunakan untuk mengabadikan pemandangan ini. Matahari telah tenggelam. Kota jogja bagaikan kota mati. Tidak ada penerangan satupun. Tenda-tenda pengungsian di sisi rel kereta masih tampak. Akan tetapi pemandangan tampak berbeda 180 derajat ketika kereta melewati tengah kota. Kondisi kota tidak meunjukkan adanya bencana. Gedung-gedung tetap berkilau, mobil-mobil berseliweran di jalanan. Warga seperti beraktivitas seperti biasa. Kereta berjalan normal ketika telah melewati stasiun Kutoarjo. (bersambung…)

April 29, 2009

Warning for Young Moslem

Filed under: Uncategorized

Dizaman sekarang, pola hidup pemuda muslim sudah sangat memperihatinkan. Berapa banyak pemuda muslim yang mengunjungi masjid guna menunaikan sholat fardhu dan kegiatan-kegiatan bermanfaat lainnya. Berapa banyak pemuda muslim yang mengkaji dan menghafalkan kitabullah. Berapa banyak pemuda muslim yang mengkaji ilmu diin. Mereka lebih senang menghabiskan waktu luang mereka dengan mengujungi tempat-tempat hiburan seperti Game center, rental PS,dkk. Padahal jika dilihat dari sisi ekonomi, pergi ke tempat seperti itu mengeluarkan biaya dan tidak bermanfaat sedikitpun, bahkan malah membawa bencana. Sedangkan untuk pergi ke masjid, kita tidak usah mengeluarkan uang sepeserpun. Ditambah lagi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di masjid bermanfaat, dan berpahala.

Carut-marutnya pola hidup akhirnya berefek ke pola pergaulan. Pergaulan pemuda muslim sekarang juda sudah memperihatinkan. Bahkan telah merambah ke wilayah pemuda yang sering disebut “ikhwan” dan “akhwat”, yakni pemuda yang terkenal alim, sering mengikuti kajian, dll. Menurut saya yang satu ini justru lebih membahayakan. Berbalut label halaqoh (kumpul-kumpul untuk membahas suatu masalah yang “Islami”, mereka mencuri-curi kesempatan untuk mencari pasangan. Setelah mendapat target, mereka semakin semangat dalam mengikitu halaqoh, karena otomatis mereka dapat bertemu sang pujaan hati, minimal melihat wajahnya. Semakin sering mengikuti halaqoh, semakin sering juga mereka bertemu. Tidak puas bertemu di halaqoh mereka berusaha berhubungan dengan telepon dengan dalih mengingatkan sholat tahajjud, atau puasa senin-kamis, dkk. Lama-kelamaan mereka saling curhat yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Dan tanpa disadari sebenarnya mereka telah terjerumus ke –istilah umumnya—pacaran akan tetapi secara terselubung. Parahnya mereka menganggap bahwa hal ini biasa saja, sekadar ta’aruf atau menganggap hal tersebut sebagai amar ma’ruf.

Kondisi di zaman sekarang seperti ini, sehingga benteng pertahanan terakhir ada pada diri kita sendiri. Jangan sampai kita tererumus ke dalam pergaulan yang tidak sehat. Kita harus lebih berhati-hati dalam memilih teman atau halaqoh. Kita sebagai pemuda muslim harus sadar bahwa masa depan Islam ada ditangan kita. Islam merupakan agama yang sempurnya. Akan tetapi kesempurnaan islam malah tertutupi oleh orang-orang islam sendiri. Yakni orang-orang yang mengaku islam akan tetapi tidak dapat mengemban amanah Islam, tidak mengamalkan ajaran Islam secara complete. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita mulai mempersiapkan diri untuk mengemban amanah ini dengan cara mendalami ilmu diin dan ilmu alat (ilmu dunia), karena dua hal tersebut akan mempermudah kita dalam berdakwah. Di zaman sekarang sangat jarang orang yang memahami diin secara kaffah sekaligus memahami ilmu keduniaan. Pada zaman kejayaan islam dahulu semua ilmuwan muslim memahami ilmu diin dan hafal kitabullah. Sehingga muncullah nama seperti, Al Biruni (fisika, kimia, geografi), Al Kindi (Fisika, matematika), Ibnu Sina (kedokteran), Al khawarizmi (logaritma, penemu angka nol), dll. Untuk menjadi seperti mereka, kita harus dapat memanfaatkan waktu yang kita miliki secara maksimal dan secara efisien. Bukan mustahil untuk menjadi seperti mereka. Akan tetapi, jika pemuda islam sudah rusak pola hidup dan pergaulannya, kehancuran Islam dapat dicount down. Inilah tanggung jawab kita sebagai pemuda islam. Jangan terpengaruh oleh hal-hal sepele seperti diatas, karena sebenarnya tanggung jawab kita jauh lebih besar dari main game dan pacaran, dan konsekuensinya juga jauh lebih hebat.

Work efficiently, not require much time.(Muflih Arisa Adnan)

April 4, 2009

Parodi Siswa

Filed under: Uncategorized


Sore itu Adnan bertemu Ghasan di pertigaan rayon 1. Mereka berangkat bersama menuju masjid untuk melaksanakan sholat Ashar di Masjid. Pada hari itu juga, kebanyakan santri kelas 6 pergi ke Jogja untuk mengikuti UM UGM.

Adnan                   : Hei San, ente g’ ke Jogja, tho?

Ghassan               : Lho, buat apa? Ngapain ke Jogja?

Adnan                   : ya ikut UM UGM, lah.

Ghassan               : Ngapain, lha aku khan rektornya.

Adnan                   : Ooo… begitu ya…, jadi aku g’ usah ke Jogja, donk. Cukup daftar ke ente aje.

Ghassan               : oh, ya tentu bisa. Itu mah gampang. Tapi ente berani berapa?

Adnan                   : Lho San, nt koq gitu sich, ama temen sendiri?

Ghassan               : Ya iya lah, aku khan rector. Harus adil. Mau orang lain, temen, saudara, semuanya Sama

Adnan                   : ooo…, begitu. Bagus-bagus. Nt mang temen gua yang paling ajib. K-lo gitu nt minta Berapa?

Ghassan               : Lha nt bisanya berapa? Lha aku khan bijaksana. Aku lihat-lihat dulu kemampuan orang. Lagi pula nt lhan temen gua.

Adnan                   : Lha yen aku sich terserah nt. Yang penting gua bisa masuk UGM.

Ghassan               :  Ya udah lah, itu mah urusan kecil. Pokoknya beres deh.

Adnan                   : ya udah. Sip

 

April 1, 2009

AKU BINGUNG….

Filed under: Uncategorized


Negara kita Indonesia sedang mengalami masa-masa terpuruk.  Di bidang ekonomi, Indonesia masih menyisakan devisit, sehingga ada wacana untuk kembali meminjam devisa dari IMF. Di bidang birokrasi Indonesia juga masih sangat jauh tertinggal. Untuk mendapatkan kartu penduduk kita harus menunggu sekitar dua pekan, untuk mendapatkan surat keterangan atau surat izin kita harus bolak-balik  ke sana-ke mari dan mengeluarkan uang pelicin yang kalau ditotal jumlahnya tidak sedikit. Di bidang pendidikan, sebagai warga Negara Indonesia kita harus mengorek kocek yang sangat dalam untuk dapat bersekolah, terlebih di perguruan tinggi, terlebih lagi di perguruan tinggi negri yang konon katanya di subsidi pemerintah. Lebih parahnya lagi, sudah biaya pendidikan sangat mahal, out put dari sekolah Indonesia mutunya sangat jelek, tidak bisa bersaing di kancah Internasional, dan kalaupun ada, hanya segelintir siswa. Dan masih banyak lagi kekurangan-kekurangan yang dimiliki Indonesia yang telah merdeka sejak 17 Agustus 1945.

Indonesia menjadi seperti ini karena sumberdaya manusianya (SDM) kurang siap untuk mengelola negaranya. Logikanya, suatu Negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah seperti Indonesia seharusnya menjadi Negara yang makmur. Tidak ada rakyatnya yang miskin, yang mana hanya untuk makan hari ini saja sudah sulit sekali. Akan tetapi kenyataan berbicara lain. Banyak warga Indonesia yang terpakasa menamatkan cerita hidup mereka hanya gara-gara tidak mampu bertahan hidup di negara yang serba dipersulit ini.

Sebenarnya kita sudah salah mengambil langkah yakni memproklamasikan kemerdekaan. Masyarakat Indonesia tidak mampu mengukur kemampuan dalam memanajemen Negara. Selain itu, masyarakat Indonesia juga terlalu ambisius. Terlalu ambisiun untuk merdeka, setelah merdeka Indonesia berambisi untuk pamer ke dunia luar dengan membangun monas, yang tidak ada manfaatnya sama sekali bagi rakyat. Bukankan lebih baik dana yang digunakan untuk membuat monas dialokasikan untuk membangun Indonesia bagian timur yang selalu minta lepas dari Indonesia karena tidak diperhatikan oleh pemerintah pusat. Coba kita lihat Negara sebelah, Singapura, Malaysia, dan Brunei. Negara yang luas wilayahnya kurang dari prov. Jogjakarta mampu mengelola negaranya sehingga menjadi salah satu Negara yang di perhitungkan.  Jika kita telusuri ternyata Negara-negara tersebut merupakan Negara persemakmuran Inggris. Andaikan Indonesia tidak merdeka, mungkin keadaannya akan lebih baik dari sekarang. Sejarah tidak akan menuliskan tentang mata uang rupiah yang selalu merosot. Akan tetapi semuanya sudah terjadi. Sekarang tugas kitalah untuk memperbaiki Negara Indonesia ini.

February 27, 2009

RIHLAH KAPATRA II

Filed under: Uncategorized

Kamis malam tanggal 19 Februari 2009 sebagian dari anak-anak Kapatra 2 mengadakan acara setudy banding ke malang. Kami berangkat kamis malam pukul 22.00. Dari komplek Assalaam barat. Kami didampingi oleh ust. Manshur, ust. Nova, ust. Ghozy, dan Ust. Hamid. Sebenarnya kami ingin berangkat lebih cepat supaya sampai tujuan tidak terlalu pagi. Bis sudah datang jauh sebelum waktunya. Untuk trasnportasi saya menggunakan jasa ARMEGA transport yang dipimpin oleh bapak. Hartono. Berhubung ada salah satu santri yang kurang taat terhadap peraturan, akhirnya jadwal keberangkatan kami tertunda. Waktu itu Wellyza Rizqi nekad pegi ke Warnet A Plus sebelum berangkat. Setelah semuanya ada, kami pun berangkat. Selama perjalanan seharusnya saya duduk di sebelah Alis Nerindo, akan tetapi melihat kursi di sebelah driver kosong saya duduk di situ sembari melihat Pak Igun mengendarai bus. Selama perjalanan saya mengobrol panjang lebar dengan pak Igun. Saya menanyakan tentang seluk beluk perbisan terutama bus Pariwisaa. Kata pak Igun, sopir bus pariwisata lain dengan sopir bus trayekan. Sopir bus pariswisata harus tenang, dan mentaati peraturan lalulintas. Saya melihat pak Igun mengendarai bus dengan sangat santai. Dari style nya dia sangat menguasai medan dan busnya. Meskipun berkali-kali didahuliu oleh bus trayekan seperti EKA, Sumber Kencono, pak Igun tetap santai. Sebelum memasuki Jombang kami berhenti di sebuah masjid untuk makan malam. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Merasa lelah, saya mencari seat yang kosong, akhirnya saya duduk di samping Fakhri Falahuddin dan tertidur…. Tiba-tiba saya dibangunkan, dan ternyata sudah sampai di salah satu masjid. Kita berhenti untuk sholat di situ. Masjidnya termasuk mewah, bersih ,dan mak nyus airnya, tiris pisan, maklum dah masuk wilayah malang. Kami sampai di tujuan pertama pada pukul 06.00 pagi, meleset dua jam dari yang dijadwalkan. Kami disambut oleh kyainya langsung. Kami diberi taushiah oleh beliau tentang cara-cara belajar menbaca quran dengan baik dan benar. Pada pukul 08.00 kami meninggalkan Pondok Ilmu Quran (PIQ) menuju pondok Hidayatullah, Malang. Sesampainya disana ternyata persiapan belum selesai, maklum kami datang satu jam lebih awal. Setelah berkeliling pondok, kami meghadiri ramah tamah. Setelah ramah tamah, kami menuju ruang direkorat dan makan siang. Setelah makan siang kami pamitan menuju ke Jawa Timur Park. Sesampainya di JTP, saya pergi menuju ke marketing tuk membeli tiket. Setelah itu saya membagi-bagikan tiket ke anak-anak. Setelah itu saya baru masuk ke JTP. Saya memasuki wilayah ilmu pengetahuan, cukup bagus rupanya. Setelah itu, berhubung hujan turun dan permainan banyak yang di tutup, saya berenang. Setelah berenang saya berkeliling untuk mengajak anak-anak tuk keluar. Ternyata waktu itu hujan tos reda sehingga tornado dan spinning…(aq g tau namanya) aktif. Ternyata anak-anak pada kesitu semua trus mereka pada nyobain. Waktu itu saya diajak ama Nuruddin tuk main Spining… , sebenarnya sich saya mau, tapi di lain sisi saya takut ketingian. Setelah mencoba tornado dan spinning… para santri keluar, sebelum pulang kami membeli oleh-oleh dulu. Setelah dari JTP, kami menuju Pare, Kediri. Kami makan malam di sana sekaligus keliling English Village. Setelah dari Pare, kami pulang ke pondok Assalaam.

Album Rihlah Kapatra 2

December 21, 2008

Bantahan terhadap syaikh Utsaimin tentang Matahari mengelilingi Bumi

Filed under: Uncategorized


Pemahaman geosenteis beredar luas di kalangan umat islam setelah beredarnya buku (yang menurut saya buku sesat) ke public dengan judul “Matahari Mengelilingi Bumi - Sebuah Kepastian al-Qur’an dan as-Sunnah serta Bantahan Terhadap Teori Bumi Mengelilingi Matahari “. Kenapa buku tersebut bisa saya katakan buku sesat bahkan menyesatkan? Karena buku tersebut berisi penafsiran-penafsiran dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang dimana penafsirannya sangat tidak tepat. Buku tersebut mengusung perkataan-perkataan ulama besar Islam seperti Utsaimin, Ibn Taimiyah guna mendukung teori geosentris yang notabenenya mereka (Utsaimin dan Ibn Taimiyah) itu bukanlah ahli astronomi, melainkan hanyalah ahli di bidang agama. (fiqh, hadith, dll). Parahnya lagi, buku tersebut malah melecehkan ilmuan muslim Harun Yahya (Adnan Oktar) yang sudah lama berkecimpung di dunia sains dan teknology. Buku tersebut menuduh bahwa harun Yahya dengan serampangan menukil dalil-dalil guna mendukung teori heliosentris (bumi mengelilingi matahari).

 

Jika dilihat dari segi penguasaan sains dan teknologi, sudah barang tentu Utsaimin dan Ibn Taimiyah kalah jauh dengan Harun Yahya. Sehingga seharusnya ulama’ di bidang agama seperti Utsaimin dan Ibn taimiyah tidak berhak untuk menafsirkan dalil-dalil dengan sains karena mereka tidak memiliki basic sains, karena jika tidak mempunyai ilmu dibidang tersebut, maka penafsiarannya akan berdasarkan pada dhann (sangkaan). Menurut saya mereka hanya berhak menafsirkan dalil-dalil di bidang Agama. Dan yang berhak menafsirkan dalil-dalil tentang sains biarkanlah ilmuwan-ilmuwan muslim, ulama seperti Utsaimin dan Ibn Taimiyah tidak usah ikut campur dalam masalah sains dan teknologi. Karena untuk dapat menafsirkan Al Qur’an, salah satu syaratnya adalah memahami apa yang akan ditafsirkannya serta paham ilmunya secara mendalam. Sehingga jika seorang mufassir ingin menafsirkan ayat Al Qur’an yang berhubungan dengan sains, maka dia harus memahami sains.

 

Buku sesat ini telah mengakibatkan sebagian umat islam salah dalam memahami teori tata surya. Ada sebagian umat islam yang langsung meng-iya-kan paham ini tanpa mengecek kebenarannya. Sebagian umat Islam membenarkan paham ini karena mereka hanya taklid buta tanpa ilmu pengetahuan. Mereka hanya berpegang pada kaidah bahwasanya dalil naqli itu harus diutamakan daripada dalil aqli, jika dalil naqli (qur’an dan hadits) bertentangan dengan fakta (mereka menganggapnya dalil aqli), maka yang benar adalah dalil naqli, meskipun tidak bisa dilogika. Menurut saya kaidah tersebut memang benar. Setelah saya mengecek fatwa Utsaimin bahwa matahari mengelilingi bumi, ternyata dalil dalil yang disajikan adalah dalil-dalil yang multi tafsir. Sehingga bisa saya katakan bahwa,” Utsaimin-lah yang salah dalam menafsirkan dalil, bukan Al-Qur’an maupun hadits.” Karena Al-Qur’an pasti benar, jika ada perbedaan antara Al-Qur’an dan sains, bisa dipastikan bahwa yang salah adalah penafsirannya. Berikut saya lampirkan sebagian dalil-dalil yang dipakai oleh Utsaimin untuk mengoreksi teori tatasurya beliau yang salah.

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin

Pertanyaan

Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya: "Apakah Matahari berputar mengelilingi bumi?".

Jawaban.
"Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya. Diantara dalil-dalil yang menunjukkan bahwa matahari berputar mengelilingi bumi sehingga terjadi pergantian siang dan malam adalah sebagai berikut.

[1]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Ibrahim akan hujahnya terhadap yang membantahnya tentang Rabb.

"Artinya : Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," [Al Baqarah : 258]

Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.

(Koreksi: Penafsiran seperti ini sama sekai tidak bisa dijadikan hujjah, karena hanya dhann (dugaan).
[2]. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim.

"Artinya : Kemudian tatkala dia (Ibrahim as) melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu terbenam dia berkata : ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.’" [Al-An’am : 78]

Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata: "Ketika bumi itu hilang darinya".

 

(Koreksi: Penafisran seperti ini sama sekai tidak bisa dijadikan hujjah. Logikanya, pada saat itu posisi nabi Ibrahim as berada di bumi, jadi mustahil bumi hilang dari pandangan Ibrahim as. Bumi bisa hilang dari pandangan nabi Ibrahim jika posisi nabi Ibrahim as tidak berada di bumi)

[3]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

"Artinya : Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka berada disebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu." [Al-Kahfi : 17]

Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata: "gua mereka condong darinya(matahari)". Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan dilalah firmanNya "(condong) dan menjauhi mereka)".

(Koreksi: Penafisran seperti ini sama sekai tidak bisa dijadikan hujjah, karena multi-tafsir, kejadian condong seperti itu juga bisa terjadi karena bumi berotasi pada porosnya. Hal ini sama dengan ketika anda mengendarai mobil, di kanan-kiri jalan terdapat pepohonan. Anda akan melihat bahwa pepohonan itu seperti berjalan, akan tetapi kenyataannya Andalah yang berjalan)

[4]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

"Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." [Al-Anbiya’ : 33]

Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata:"Berputar dalam suatu garis peredaran seperti alat pemintal". Penjelasan itu terkenal darinya.

(Bantahan: Penafisran seperti ini sama sekai tidak bisa dijadikan hujjah. Karena, menurut teori alam semesta (The Theory of Universe), Bumi berotasi pada porosnya, Bulan mengelilingi bumi pada orbitnya, bumi dan bulan secara bersama mengelilingi matahari, kumpulan planet yang mengelilingi matahari secara bersama-sama mengelilingi pusat galaksi bima sakti. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bumi, bulan, matahari, dan planet-planet lain memiliki garis edar sendiri-sendiri. Teori ini dapat menjelaskan tentang kejadian pergantian siang dan malam, serta pergantian musim)

[5]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

"Artinya : Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat," [Al-A’raf : 54]

Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.

(Bantahan: Penafisran seperti ini sama sekai tidak bisa dijadikan hujjah. Karena, hanya dzann (perkiraan))

 

Boleh jadi disana masih banyak dalil-dalil lain yang tidak saya hadirkan sekarang, namun apa yang telah saya sebutkan sudah cukup tentang apa yang saya maksudkan. Wallahu Muwaffiq."

[Disalin dari Majmu Fatawa Arkanul Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah Dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]

_________
Foote Note
[1] Dikeluarkan oleh bukhari, Kitab Bad’ul Khalqi, bab shifat asy syam wal qamar : 3199, dan muslim, kitab Al Iman, bab Bayan az Zaman al Ladzi la yuqbal fihil Iman : 159

 

 

Karena terbatasnya waktu, saya hanya menukil sebagian kecil dalil-dalil yang dipakai oleh syaikh Utsaimin. Di sini saya hanya menjelaskan dari segi sains dan teknologi. Insya Allah akan segera datang koreksian yang mengoreksi teori beliau tentang tatasurya dari bidang sains dan teknologi serta dari bidang ilmu tafsir. Jika Anda menemukan dalil yang bertentangan dengan fakta (terutama di bidang sains), maka langkah anda yang pertama adalah mengeceknya, salah satu cara untuk mengecek adalah dengan cara melakukan penelitian (research).

 

Menyebarnya paham goesentris di kalangan umat Islam ini mengingatkan saya kepada zaman penguasaan Kristen. Saat itu, para ilmuwan harus tunduk kepada gereja, jika melawan tiang gantungan sudah menunggu. Pada waktu itu, pemahaman gereja tentang tatasurya adalah pemahaman geosentris. Waktu itu ada seorang ilmuwan yang mengusung teori heliosentris, akibatnya ilmuwan (Anda pasti tahu nama ilmuwan tersebut) tersebut mati di tiang gantungan. Pada waktu itu, Kristen berada di bawah kalah jauh dengan Islam karena mengekang ilmu pengetahuan.

 

Menurut saya salah satu penyebab kemunduran Islam sekarang ini karena umat islam tidak langi memperhatikan ilmu pengetahuan. Banyak dari umat islam yang hafal Al-Qur’an, hafal Hadits, hafal kitab-kitab fiqih, dll. Akan tetapi berapa banyak umat Islam yang menguasai teknologi sehingga mampu membuat computer, jaringan internet, pesawat terbang, dll. Sehingga, ketika ada salah satu ulama’nya yang salah menafsirkan Quran yang berhubungan dengan sains, maka kebanyakan umat islam hanya menurut saja tanpa mengecek. Lagi pula sekarang ini umat Islam belum bisa mengecek kebenaran teori tatasurya karena umat islam tidak memiliki laboratorium antariksa sebesar NASA yang memiliki laboratorium di bumi dan di luar angkasa.

 

Jadi kesimpulannya, janganlah menjadi orang yang selalu mengiyakan sesuatu tanpa mengecek dan memikirkannya. Jika anda orang pesantren (santri, ustadz, maupun kiai) mungkin berpikir merupakan hal yang sangat tabu. Oleh karena itu, mungkin orang pesantren memerlukan tenaga extra untuk merubah kebiasaan tersebut. Karena, di pesantren omongan kiai, atau pengasuh dianggap pasti benar. Akan tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Jadi, janganlah takut untuk berpikir, dan melakukan pembaharuan Islam.

 

 

October 17, 2008

Jangan Jadi Orang Lemah

Filed under: Uncategorized


Apa cita-cita mu? Pertanyaan ini sudah muncul sejak kita masih kecil. Ingatkan pada saat itu kita menjawabnya tanpa pikir panjang, kita hanya membayangkan enak-tidaknya. Akhrinya keluarlah dari mulut kita, “dokter, pilot, polisi, tentara, dan lain-lain”. Coba renungkanlah cita-cita kita kembali. Apakah cita-cita kita saat masih kecil sama dengan cita-cita kita sekarang? Kebanyakan orang merubah cita-cita yang telah diucapkan pada saat masih kecil. Ini adalah salah satu tanda bahwa kita sudah tidak konsisten dengan apa yang kita cita-citakan.

Kita perlu berkonsisten untuk meraih cita-cita. Karena meraih cita-cita tidaklah semudah membalikkan tangan. Cita-cita tidak harus muluk-muluk, cita-cita tinggi tidak apa-apa yang penting realistis. Akan tetapi selama matahari masih terbit dari timur, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Oleh karena itu janganlah takut untuk bercita-cita. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi cita-cita yang ingin diraih maka semakin tinggi pula konsekwensinya yang harus ditanggung, terutama di Negara Indonesia ini. Contohnya jika seseorang bercita-cita menjadi guru biasa, maka setelah selesai sekolah SMA, dia bias melamar ke sekolah (sekolah yang buruk) untuk menjadi guru. Akan tetapi, jika seseorang ingin menjadi seorang pilot, maka ia harus belajar dengan tekun untuk memahami cara-cara penerbangan.

Keluarga tidak mampu janganlah dijadikan alasan untuk menyerah untuk menjadi orang yang sukses. Ingatlah!!!Seorang pemuda adalah yang mengtakan,”Inilah saya.” Bukan yang mengatakan, “Ini ayahku.” Jika anda berasal dari keluarga tak mampu, yang tidak mampu adalah ayahmu, bukan Anda. Berusalahah untuk bangkit. Janganlah terkurung dalam pola pikir orang miskin. Dengan terkurung pada pola piker orang miskin, anda berpikir bahwa caa mencari uang hanya ituitu saja. Orang miskin selalu berpikir bahwa uang sulit didapat, sehingga kenyataannya uang sulit didapat bagi orang miskin. Akan tetapi orang kaya berpikir bahwa uang mudah didapat, sehingga kenyataannya uang mudah didapat.

 

 

 

June 7, 2008

Masukan Bagi Umat Islam

Filed under: Uncategorized

Kita sering mendengar para da’i dan khatib menganjurkan kepada umat Islam untuk tidak menjual aqidahnya dengan kehidupan yang fana. Mereka biasanya mencontohkan umat Islam pinggiran yang mau menukarkan aqidahnya hanya dengan sekardus mie instant dan uang seratus ribu rupiah. Perlu diingat bahwa berbicara memang mudah akan tetapi mengamalkannya merupakan hal yang sulit. Para da’i tersebut dapat dengan mudahnya berceramah seperti itu dan merasa tidak akan pernah sudi menjual aqidahnya dengan mie Instant karena mereka perut mereka dalam keadaan kenyang. Akan tetapi umat Islam pinggiran, besar kemungkinan mereka akan melakukannya karena mereka lebih membutuhkan makanan daripada hanya omelan (ceramah.ed) agar tetap bertaqwa yang sudah sering didengarkan. Saya dan rekan-rekan Assadullah pernah mampir ke sebuah desa miskin yang rata-rata penduduknya menggantungkan penghidupannya dari penjualan kelapa di depan rumah masing-masing. Saat itu kami terpaksa mampir karena kami kehabisan air. Kami sedang dalam perjalanan menyusuri pantai Nampu-Sumbukan di Pacitan. Akhirnya kami singgah di rumah seseorang yang kami temui di tengah jalan, orang itulah yang menyediakan kami air. Sebagai balas budi kami memberikan kepada keluarga tersebut sejumlah mie instant. Ekspresi keluarga tersebut sangat senang. Ternyata keluarga tersebut jarang membeli mie karena penghasilannya perhari hanya dua belas ribu rupiah. Setelah mengetahui hal tersebut kami membagi-bagikan mie kepada beberapa penduduk desa.

 

Dari kejadian di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa umat Islam pinggiran tidak hanya butuh ceramah, akan tetapi juga membutuhkan bantuan secara materiil. Tidak heran jika para da’i kita kalah telak dengan missionaries yang menyebarkan agama mereka dengan mie. Da’i kita berdakwah hanya dengan ceramah, sedangkan mereka berdakwah plus bantuan. Hingga saat ini belum ada lembaga Islam yang bergerak di bidang dakwah dengan metode seperti missionaries. Kalau ada pun tidak sebesar yang mereka punya, mereka terorganisir secara rapi hingga tingkat international. Mental umat islam adalah salah satu penyebab tidak adanya lembaga Islam sebesar Lion (lembaga missionaries tingkat internasional). Mental umat islam adalah mental-mental pengecut, sulit berkembang, dan mudah dengki terhadap orang lain. Banyak sekali fakta yang menunjukkan bahwa kebanyakan umat Islam pengecut. Di daerah Solo pernah ada lembaga yang bergerak di bidang dakwah. Lembaga tersebut berdakwah dengan cara membantu umat islam pinggiran. Seiring berjalannya waktu, lembaga tesebut berkembang, setelah cukup besar, lembaga tersebut dikrecoki oleh umat islam yang dengki. Lembaga tersebut di katakan sebagai ladang bisnis. Akhirnya lembaga tersebut tidak jelas keadaannya. MTA contohnya, organisasi yang satu ini pada saat akan membangun gedung senilai milyaran rupiah langsung mendapatkan komentar yang tidak enak dari umat islam. MTA dikira mendapatkan bantuan dari AS, padahal yang membangun gedung tersebut adalah anaknya pak Sukino yang menjadi kontraktor di Jakarta. Banyak sekali umat islam yang akan maju akan tetapi umat islam yang lainnya menghancurkannya. Umat islam sekarang seperti kepiting-kepiting laut yang berada di ember yang siap menunggu gilirannya untuk di masak. Setiap ada kepiting yang hampir berhasil keluar, kepiting yang lainnya menyerertnya masuk ke ember. Akhirnya riwayat mereka bersama hanya berujung di piring santap. Seharusnya kedengakian tersebut tidak diterjemahkan kedalam perbuatan seperti itu. Mereka seharusnya berlomba lomba untuk membuat yang lebih baik supaya dengan persaingan tersebut muncul lembaga-lembaga dakwah yang bermutu. Image yang sudah tertanam bahwa umat islam miskin juga berperan dalam menghambat kemajuan islam. Ada beberapa orang yang sering berkomentar yang tidak enak terhadap muslimin yang kaya. Akan tetapi, harta saja tidak cukup. Akan tetapi umat islam juga membutuhkan orang-orang yang berhati bersih. Sehingga tidak mudah tergoda oleh kenikmatan yang fana.

March 21, 2008

PERUSAK MORAL BANGSA

Filed under: Uncategorized

Apabila kita menyimak Al-Qur`an, Hadits Rasulullah dan keterangan ‘ulama Salaf serta ‘ulama Ahlus Sunnah yang mengikuti jejak mereka dengan baik niscaya kita dapati bahwa nyanyian dan musik adalah haram. Di antara dalil-dalilnya adalah:
1. Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan “perkataan yang tidak berguna” untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.” (Luqmaan:6)

Kebanyakan ahli tafsir menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “perkataan yang tidak berguna” adalah nyanyian.
Berkata Ibnu Mas’ud: “Itu adalah nyanyian. Demi Allah, yang tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Dia.” Beliau mengulanginya tiga kali.
Dan berkata Al-Hasan Al-Bashriy: “Ayat ini turun berkaitan dengan nyanyian dan alat musik.” (Lihat Tafsiir Ibni Katsiir 6/145 cet. Maktabah Ash-Shafaa)

2. Allah Ta’ala berfirman mengajak bicara syaithan:

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ

“Dan hasunglah siapa saja yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu.” (Al-Israa`:64)
“dengan suaramu” maksudnya adalah nyanyian dan alat musik.

3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِيْ أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Sungguh, benar-benar akan ada dari ummatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr (minuman keras) dan ma’aazif.” Ma’aazif adalah musik. (HR. Al-Bukhariy dan Abu Dawud)

Makna hadits ini adalah akan datang dari kalangan muslimin kaum-kaum yang berkeyakinan bahwa zina, memakai sutera murni, meminum khamr (yaitu segala sesuatu yang memabukkan) dan musik adalah halal, padahal semuanya itu adalah haram.
Sedangkan ma’aazif adalah semua alat musik yang mempunyai nada dan suara yang teratur seperti kecapi, gitar, piano, seruling, drum, gendang, rebana dan lain-lainnya. Bahkan lonceng pun termasuk ma’aazif, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اَلْجَرَسُ مَزَامِيْرُ الشَّيْطَانِ

“Lonceng adalah seruling syaithan.” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa lonceng tersebut dibenci karena suaranya dan dahulu orang-orang mengalungkannya di leher-leher binatang. Sesungguhnya lonceng ini serupa dengan An-Naaquus (semacam kentongan atau gong) yang dipergunakan orang-orang Nashara. Dan penggunaan lonceng di rumah, sekolah-sekolah dan selainnya dapat digantikan dengan suara bul-bul (nama burung) yaitu suatu alat yang dijual di pasar-pasar.

4. Telah dinukilkan dari Al-Imam Asy-Syafi’i di dalam kitab Al-Qadhaa`: “Nyanyian adalah permainan (kesia-siaan) yang dibenci yang menyerupai kebathilan. Barangsiapa yang memperbanyaknya maka ia adalah orang bodoh yang ditolak persaksiannya.” Yang dimaksud dibenci di sini adalah dilarang syari’at dan haram.

Bahaya Nyanyian dan Musik

Islam tidak melarang sesuatu kecuali jika ada bahaya padanya. Dalam nyanyian dan musik terdapat bahaya seperti yang dijelaskan Ibnu Taimiyyah di bawah ini:
1. Musik bagi jiwa seperti arak, bahkan bisa menimbulkan bahaya yang lebih hebat daripada arak itu sendiri. Apabila seseorang mabuk akibat suara maka ia akan tertimpa penyakit syirik, bahkan bisa menjadi syirik akbar kalau sampai dia mencintai penyanyinya melebihi cintanya kepada Allah.

2. Adapun hal-hal keji yang terjadi karena nyanyian, bisa menjadi penyebab perbuatan zina, bahkan merupakan penyebab terbesar untuk menjerumuskan orang ke jurang kekejian. Orang laki-laki maupun perempuan, terutama para remajanya yang semula sangat patuh kepada agama, setelah mereka mendengar nyanyian dan musik, rusaklah jiwa mereka serta mudah melakukan perbuatan keji.

3. Peristiwa pembunuhan juga sering terjadi di arena pertunjukan musik. Ini disebabkan karena ada kekuatan yang mendorong berbuat demikian, sebab mereka datang ke tempat itu bersama syaithan. Syaithannyalah yang lebih kuat yang akhirnya bisa membunuh orang.

4. Mendengarkan nyanyian dan musik tidak ada manfaatnya untuk jiwa dan tidak mendatangkan kemaslahatan. Nyanyian dan musik terhadap jiwa seperti arak terhadap badan yang dapat membuat orang mabuk. Bahkan mabuk yang ditimbulkan oleh musik dan nyanyian lebih besar daripada mabuk yang ditimbulkan oleh arak.

Fitnah Suara Perempuan Lebih Dahsyat!

Al-Barra` bin Malik adalah seorang laki-laki yang bersuara bagus. Ia pernah melantunkan sya’ir dengan irama rajaz untuk Rasulullah di salah satu perjalanan beliau. Di tengah-tengah ia berlantun tiba-tiba ia mendekati seorang perempuan, maka bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadanya: “Berhati-hatilah terhadap perempuan!” Dan tambahnya lagi: “Berhentilah kamu (dari melantunkan sya’ir)!” Al-Hakim berkata bahwa Rasulullah benci pada perempuan yang mendengarkan suaranya (yaitu suara Al-Barra` bin Malik). (HR. Al-Hakim, dishahihkannya dan disetujui oleh Adz-Dzahabiy)

Perhatikanlah! Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhawatirkan perempuan terkena fitnah akibat mendengarkan sya’ir dengan suara bagus, maka bagaimana kira-kira sikap Rasulullah bila mendengar suara perempuan pelacur yang sudah rusak moralnya lewat radio, TV atau selainnya yang disiarkan sekarang ini?! Dan bagaimana pula mendengar penyanyi lawak dan cabul serta lagu-lagu cinta?! Sya’ir-sya’ir yang menggambarkan pipi, ukuran badan, bentuk badan, buah dada yang membakar cinta dan kehidupan bebas?! Apa sikap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bila mendengar nyanyian tersebut dengan iringan musik yang bisa mengundang bahaya seperti bahaya arak bahkan lebih berbahaya dari arak???!!!

Nyanyian Menimbulkan Kemunafikan

1. Ibnu Mas’ud berkata: “Nyanyian menimbulkan kemunafikan dalam hati seperti air menumbuhkan sayuran, sedangkan dzikir menumbuhkan iman dalam hati seperti air menumbuhkan tanaman.”
2. Ibnul Qayyim berkata: “Tidak seorang pun yang mendengarkan nyanyian kecuali hatinya munafik yang ia sendiri tidak merasa. Andaikata ia mengerti hakekat kemunafikan pasti ia melihat kemunafikan itu ada dalam hatinya, sebab tidak mungkin berkumpul di dalam hati seseorang antara dua cinta, yaitu cinta nyanyian dan cinta Al-Qur`an, kecuali yang satu mengusir yang lain. Sungguh kami telah membuktikan betapa beratnya Al-Qur`an di hati seorang penyanyi atau pendengarnya dan betapa jemunya mereka terhadap Al-Qur`an. Mereka tidak dapat mengambil manfaat dari apa yang dibaca oleh pembaca Al-Qur`an, hatinya tertutup dan tidak tergerak sama sekali oleh bacaan tadi. Tetapi apabila mendengar nyanyian mereka segar dan cinta dalam hatinya. Mereka tampaknya lebih mengutamakan suara nyanyian daripada Al-Qur`an. Mereka yang telah terkena akibat buruk nyanyian ternyata adalah orang-orang yang malas mengerjakan shalat, termasuk shalat berjama’ah (di masjid).

Obat Mujarab Menghindari Lagu & Musik

1. Menjauhinya dan tidak mendengarkannya baik dari radio, TV atau media lainnya, terutama nyanyian-nyanyian yang mengumbar hawa nafsu. Juga harus berhenti berteman dengan musik.

2. Obat mujarab terbesar untuk menghilangkan nyanyian dan musik adalah dzikrullaah dan membaca Al-Qur`an terutama membaca surat Al-Baqarah berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِيْ يُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ

“Sesungguhnya syaithan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim)
Allah Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Tuhan kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Yuunus:57)

3. Membaca Sirah Nabawiyyah (sejarah hidup Nabi), Syamaa`ilul Muhammadiyyah (buku yang membahas secara lengkap ciri fisik dan akhlaq Nabi) dan kisah-kisah para shahabat.

Wallaahu A’lam.

Lihat lebih detail dalam kitab Kaifa Nurabbii Aulaadanaa dan Taujiihaat Islaamiyyah li Ishlaahil Fard wal Mujtama’ karya Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu.

Sumber: Buletin Al-Wala’ wal-Bara’ edisi ke-36 Tahun ke-2 / 30 Juli 2004 M / 12 Jumadits Tsani 1425 H  

 

Rusaknya Sistem di Indonesia

Filed under: Uncategorized

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"\(normal text\)"; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-alt:"Times New Roman"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:auto; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; text-align:right; mso-pagination:widow-orphan; direction:rtl; unicode-bidi:embed; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0; mso-gutter-direction:rtl;} div.Section1 {page:Section1;} –>

Negara Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, oleh karena itu, Negara Indonesia dikenal dunia sebagai Negara Islam. Secara kuantitas penduduknya, Indonesia bisa disebut Negara Islam, akan tetapi jika dilihat dari segi moral, pendidikan, ekonomi, sistim politik, dan kebudayaan, Indonesia bias digolongkan sebagai Negara sekuler. Tingkat kriminalitas di Negara ini cukup tingi, jumlah rakyat miskin juga tinggi, mutu pendidikan sangat rendah, sistim politik yang kacau, dan masih banyak lagi cacat jika Negara ini di sebut Negara Islam.

 

Indonesia menganut sistim demokrasi, yang secara teori memiliki asas"Dari  rakyat, untuk rakyat". Jika dilihat dari kacamata sekuler, asas tersebut akan dapat menimbulkan keseimbangan dalam kehidupan. Sebuah peraturan akan berjalan jika objek hukumnya adalah sang pembuat aturan. Tidak mungkin dokter membuat aturan yang harus dijalankan oleh pedagang. Dalam demikrasi, cara pengambilan keputusan adalah dengan mufakat, jika tidak tercapai mufakat, maka diadakan polling sehingga keputusan yang didukung suara terbanyaklah yang menang, dan yang lainnya harus mematuhi keputusan tersebut.

 

Menurut logika, pernyataan tersebut benar. Namun, jika dilihat dari kacamata Islam, asas tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam dan memiliki banyak kekurangan. Cara jahiliyah tersebut sangat berbahaya jika diterapkan di Negara yang rusak. Negara tersebut pasti tidak bias bangkit dari keterprukannya. Jika dilihat dari dalil-dalil yang ada didalam qur’an Allah SWT berfirman :

 

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Barangsiapa yang berhukum dengan selain hokum Allah maka mereka termasuk orang-orang yang dzolim (Al-maidah: 45)

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

 

Barangsiapa yang berhukum dengan selain hokum Allah maka mereka termasuk orang-orang yang fasiq (Al-maidah: 47)

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ  

Barangsiapa yang berhukum dengan selain hokum Allah maka mereka termasuk orang-orang yang kafir (Al-maidah: 44)

 

Ayat diatas sudah cukup untuk menjadi dalil bahwa berhukum dengan selain hokum Allah SWT hukumnya haram. Dibalik larangan tersebut banyak sekali terkandung hikmah. Bayangkan jika Anda memiliki seperangkat computer yang masih dalam bentuk prototype( belum dirakit) dan Anda belum tahu bagaimana merakit computer. Pasti Anda akan membuka buku panduan dari provider yang, karena dalam buku panduan tersebut terdapat langkah-langkan merakit computer. Tidak mungkin Anda asal merakit. Alih-alih computer tidak bisa nyala, bisa-bisa computer Anda mengakibatkan konslet dan menghanguskan segala peripheral computer. Sama seperti manusia yang hidup di bumi ciptaan Allah SWT ini. Manusia tidak bisa seenaknya membuat aturan, karena manusia bukan pencipta bumi, dan manusia belum mengenal selukbeluk bumi secara detail. Sehingga manusia butuh panduan untuk hidup tenang di bumi. Dan aturan tersebut adalah Qur’an dan Sunnah yang berisi aturan kehidupan manusia secara detail. Mulai dari hal yang kecil seperti adab makan hingga hal-hal yang kompleks seperti pemerintahan. Dalam masalah pemerintahan, Islam mengankat seseorang untuk dijadikan Imam (Khalifah). Imam tidak dipilih sembarangan. Ada syarat-syarat untuk menjadi imam.

Jika dibandingkan demokrasi dengan Islam, maka jelas demokrasi jauh lebih bobrok dibandingkan Islam. Jika di dalam Negara yang mayoritas penduduknya rusak dipraktikkan system demikrasi, maka pemimpin Negara tersebut adalah orang yang rusak, karena pemilihnya adalah orang-orang rusak, orang-orang baik tidak akan bisa menjadi peminpin Negara tersebut. Bagaimana Negara tersebut bisa maju jika pemimpinnya rusak. Sepertinya Negara Indonesia juga sedang mengalami hal seperti ini. Negara ini mayoritas orang-orang yang mengambil keputusan bermental koruptor, sehingga koruptor-korupter di Negara ini subur. Jika ingin maju, seharusnya Indonesia segera merubah sistemnya menjadi system Islam. Jika tidak, Negara ini tidak akan bangkit dari keterpurukan

 

 

 

 






















<-- Visitor map -->
Fase Bulan Saat Ini:

Foto Matahari Saat ini:

Foto Matahari Saat ini:

MDI Continum:

Locations of visitors to this page -->

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer

rus