Seluruh umat islam mengakui bahwa Al quran merupakan kitab sucinya. Sebagian besar ummat islam sangat menghormati Al quran. Dari cara membawanya, cara meletakkannya, dan cara membacanya dapat dilihat bahwa ummat islam sangat menghormati al quran. Ketika ada issue bahwa Al quran akan dibakar, ummat islam berbondong-bondong menunjukkan aksi protesnya.
Al quran adalah firman Alloh yang diturunkan kepada Muhammad saw, yang pembacaannya menjadi suatu ibadah. Membaca Al quran merupakan suatu ibadah. Inilah yang membedakan Al quran dengan hadits qudsi. Membaca al-Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, kemudian diteruskan dengan tadabbur, yaitu dengan merenungkan dan memahami maknanya sesuai petunjuk salafus shalih, lalu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian dilanjutkan dengan mengajarkannya.
Sebagai seorang muslim jangan sampai kita bosan berinteraksi dengan Al quran. Jangan sampai kita merasa bahwa waktu yang kita luangkan untuk membaca al quran hilang sia-sia. Sebagian orang merasa sangat berat meluangkan waktu untuk membaca Al quran. Kesibukan sehari-hari membuat sebagian orang melupakan waktu untuk membaca Al quran. Contohnya, kesibukan kuliah dimana kita harus masuk pukul setengah enam pagi untuk pretest, misalnya, membuat waktu kita tidak sempat atau merasa berat untuk membaca Al quran pada ba’da shubuh karena kita takut terlambat datang sehingga kita mendapatkan konsekuensi yang tidak enak seperti di-inhal atau disuruh me-resume jurnal seabreg.
Mari kita renungkan bersama, bahwa tujuan hidup di dunia ini adalah untuk mencari bekal untuk kehidupan di akhirat. Kita hidup di didunia ini untuk mencari ridho Alloh swt. Jangan sampai kita merasa enggan meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan Al quran. Coba kita review kembali waktu yang kita habiskan untuk kuliah, asistensi, pretest, ngelab, organisasi, dan kegiatan2 lainnya dengan waktu untuk berinteraksi dengan Al quran. Adakah dalam sehari waktu barang 10-60 menit untuk membaca Al quran?
Membaca Al quran merupakan salah satu bentuk berdzikir kepada Alloh swt. Berdzikir kepada Alloh swt dapat menentramkan jiwa.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (٢٨)
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.(Ar ra’du:28)
Barangkali kita merasa jenuh dalam kehidupan ini, merasa jenuh dalam menjalani kehidupan sehari-hari dikarenakan kita terlalu sibuk dalam urusan dunia sehingga kita terlupakan dalam urusan Akhirat.
Selain membaca Al quran, kita sebagai seorang muslim juga dianjurkan untuk menghafalnya. Menghafal Al quran telah dicontohakan oleh para sahabat. Menghafal Al quran dan menjaga hafalan merupakan salah satu bentuk bukti kecintaan kita kepada Al quran. Dengan memiliki hafalan Al quran kita akan terasa selalu dekat dengan Al quran. Menghafal Al quran juga merupakan salah satu bentuk keutamaan yaitu menjaga keaslian al quran.
Menghafal Al quran itu bisa diibaratkan seperti berinvestasi. Ketika menghafal Al quran, kita melakukan investasi waktu. Kita meluangkan sebagian waktu kita di masa sekarang untuk menghafal Al quran dan insya Alloh dikemudian hari akan memanen hasilnya. Dalam jumlah waktu yang sama, membaca Al quran memang bisa mendapatkan lebih banyak ayat daripada menghafalnya. Namun dengan menghafalnya, kita bisa membacanya kapan pun dan dimanapun kita menginginkannya. Alangkah baiknya ketika sekarang ini, saat kita masih mudah meluangkan waktu untuk menghafal Al quran, kita gunakan waktu tersebut denagn sebaik-baiknya untuk menghafal Al quran sehingga ketika kita memiliki semakin banyak urusan dan kepentingan yang harus diselesaikan kita dapat tetap membaca al quran.
Beberapa waktu yang lalu, di PPMI Assalaam diselenggarahan Musabaqoh Hifdzil Quran (Lomba Hafalan Al Quran). Ada satu hal menarik dari kegiatan tersebut. Pada cabang lomba 15 juz, juara satunya adalah anak-anak. Dia mengalahkan peserta lainnya yang rata-rata sudah sekolah di tingkat SMA atau bahkan kuliah. Tidak ada kata terlambat dalam menghafal Al quran. Selama kita memiliki azzam yang kuat untuk menghafal, insya Alloh kita tetap bisa menghafal Al quran.
Menghafal al quran membutuhkan proses. Dalam menghafal quran kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita memerlukan rekan untuk menghafal quran. Hafalan quran yang telah dimiliki hendaknya disimakkan ke orang lain untuk menjaga keshohihan dan untuk saling menyemangati. Proses belajar mengajar quran ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasululloh saw bersabda:
خيركم من تعلم العلم وعلمه/البخاري
Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarkannya (HR. Bukhori).
Menghafal quran memerlukan kesabaran dan keistiqomahan. Banyak orang yang memiliki semangat menghafal quran, namun sayang sekali, sedikit diantara mereka yang tetap semangat hingga target hafalan quran selesai. Alangkah sayangnya jika kita kehilangan semangat untuk menghafal quran. Mengapa semangat menghafal quran jauh lebih rendah daripada semangat mencari dunia. Ketika kita melihat orang memiliki harta banyak, tentu kita merasa ingin memiliki harta banyak seperti itu. Secara fitrah kita memiliki rasa iri dalam hal harta. Namun berapa banyak orang yang memiliki rasa iri dalam hal bacaan quran. Padahal iri dalam hal quran merupakan salah satu bentuk iri yang diperbolehkan dalam islam. Rasululloh saw bersabda:
لا حسد إلا في اثنين: رجلُ آتاهُ الله القُرآن. فهو يقومُ به آناء الليل وآناء النهارِ ورجلٌ آتاه الله مالاً، فهو ينفقهُ آناء الليل وآناء النهارِ/متفق عليه
Tidak boleh ghibthah (menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain) kecuali dalam dua hal: (pertama) orang yang diberikan Allah SWT keahlian tentang al-Qur`an, maka dia melaksanakannya (membaca dan mengamalkannya) malam dan siang hari. Dan seorang yang diberi oleh Allah SWT kekayaan harta, maka ia infakkan sepanjang hari dan malam."Muttafaqun alaih.
Hendaknya kita berlomba-lomba dalam membaca dan menghafal al quran karena terdapat banyak sekali keutamaan membaca dan meghafal Al quran, diantaranya adalah:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (١٧)
dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?(Al qomar: 17)
Ibnu Abbas RA berkata: ‘Kalau bukan karena kemudahan yang diberikan Allah SWT kepada manusia niscaya tidak ada seorang pun yang bisa membaca Kalamullah. Dan di antara kemudahannya adalah mudah dibaca dan menghapalnya.
الماهر بالقرآن مع السفرة الكرام البررة والذي يقرأ القرآن ويتتعتع فيه وهو عليه شاق له أجران
Orang yang membaca al-Qur’an dan ia mahir dalam membacanya maka ia dikumpulkan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca al-Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat dalam membacanya, maka ia mendapat dua pahala." Muttafaqun ‘alaih.
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur`an maka untuknya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan ‘alif laam miim’ satu huruf, akan tetapi alif adalah satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf." HR. At-Tirmidzi
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ
"Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membacanya, mempelajari dan mengamalkannya)." HR. Muslim
Dalam proses menghafal, tentu ada juga proses menjaga hafalan, karena jika hafalan quran tidak dijaga, maka ia akan hilang.
إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ
“Sesungguhnya orang yang menghafalkan Al Qur’an adalah bagaikan unta yang diikat. Jika diikat, unta itu tidak akan lari. Dan apabila dibiarkan tanpa diikat, maka dia akan pergi.” (HR. Bukhari no. 5031 dan Muslim no. 789).
وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ فَقَرَأَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ذَكَرَهُ وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ نَسِيَهُ
“Apabila orang yang menghafal Al Qur’an membacanya di waktu malam dan siang hari, dia akan mengingatnya. Namun jika dia tidak melakukan demikian, maka dia akan lupa.” (HR. Muslim no. 789)